Satria Mwb

Coretan Tanpa Makna

Saturday, 15 February 2020

,



~ CERITA INI HANYA FIKTIF & BUALAN BELAKA ~


Setiap pekerjaan selalu ada resikonya itulah yang dialami oleh wanita cantik bernama Heni, Meski ia cantik dan bertubuh padat dan sintal, Heni selalu murah senyum pada semua orang. Sebagai seorang PNS Heni pun harus rela ditempatkan dimana saja. Terlebih pekerjaan yang ia geluti sebagai seorang guru Sd. Akhirnya dengan sukarela Henipun meninggalkan kota kelahirannya yaitu Makasar untuk menuju kota Jakarta untuk memulai pekerjaan barunya sebagai guru Sd. Karena selalu murah senyum pada semua orang tak heran setelah sampai dikota Jakarta Heni pun sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar, Dan kecantikan serta murah senyumnya membuat dirinya mudah dikenal orang terlebih seorang pria, Dari perjaka, Duda sampai kakek-kakekpun selalu serba salah bila memandang kecantikan alami yang dimiliki Heni.

Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Henipun mendapatkan sebuah kontrakan rumah yang sesuai dengan kriterianya. Dan beruntungnya sang pemilik kontrakan juga tinggal tak jauh dari rumah yang ia tempati sekarang, Tak hanya itu sang pemilik kontrakan yang bernama Rey Hutagalung pun selalu bertindak tegas dan adil terhadap sesama pengontrak lainnya. Selain tegas Reypun selalu memberi wejangan-wejangan terhadap para penyewa rumah kontrakannya. Termasuk kepada Heni.

"Kau harus ingat Hen ini Jakarta, Semuanya serba ada dan mudah untuk dilakukan, Tetapi kau juga harus berhati-hati dalam bergaul, Karena di Jakarta semua penuh dengan kepalsuan serta kemunafikan". Seru wanita berdarah batak itu.

"Pasti bun, Aku akan selalu ingat dan menjaga nama baik bunda Rey, Terlebih aku juga baru menginjakkan kaki di Jakarta ini"....Jawab Heni.

"Ok kalau kau mengerti, Oiya jika kau butuh sesuatu jangan pernah sunkan-sukan bilang kebunda yaa".

Henipun mengangguk sambil tersenyum manis terhadap bunda Rey.
BACA JUGA : Sendu Setajam Sembilu
Seminggu telah berlalu Henipun memulai pekerjaannya sebagai seorang guru Sd dengan senang hati disekolah. Meski seorang guru baru karena kecantikannya namanya pun mulai harum bah ibu kita Kartini. Tak hanya itu saja dikomplek MWB dimana ia mengontrak Henipun selalu menjadi pusat perhatian para lelaki dari hidung belang sampai hidung bengkok pun selalu menelan ludah bilang melihat Heni lewat dihadapannya. Hingga gosip-gosip pun mulai bertebaran bah sebuah virus Corona yang mewabah.🀯🀯

Berita kecantikan Heni yang memukaupun tersiar sampai telinga dua orang pemuda yang memiliki ketampanan weleh-weleh.🀯🀯 Meski mereka hanya pengojek online tetapi mereka mampu membuat para wanita baik perawan, Janda bahkan nenek-nenekpun tergila-gila akan kegagahannya. Tak heran banyak wanita yang merana karena cintanya yang selalu bertepuk sebelah tangan, Karena banyak memiliki wanita serta gebetan dimana-mana keduanya dicap sebagai Playboy Online, Keduanya memiliki pangkalan tidak jauh dari komplek MWB dimana Heni mengontrak.

Mereka bernama Nata dan Agus, Mendengar gosip-gosip yang merebak di komplek dimana ia mangkal keduanya hanya menganggap biasa saja, Karena jika mereka mau dalam sekali gebrak saja dua sampai tiga wanita bisa mereka dapatkan. Dan siang itu keduanya nampak santuy dipos pangkalannya yang mereka juluki, Pangkalan Ojek Asmara.🀯🀯 Sambil duduk santuy keduanya nampak asik bercakap-cakap sambil menikmati secangkir kopi.

"Gus apa benar katanya dikomplek kita ini ada wanita cantik yang selalu menjadi pusat perhatian"..

"Yaa dengar-dengar begitu sih Nat, Tapi menurut gw itu hoaxslah, Wujudnya saja selama kita disini belum pernah gw lihat".

"Iya juga sih Gus, Tapi anehnya kenapa bisa ramai sampai diluar komplek kita, Bahkan ada yang bilang ia tinggal dikomplek ini"....Seru Nata.

"Haallaa!!..Luh kaya nggak pernah main medsos saja Nat, Sekarang tuh banyak berita-berita yang belum tentu kebenarannya sudahlah nggak usah dipusingin mending sekarang bagaimana kalau kita cari kenalan baru untuk menambah koleksi kita ditahun 2020 ini"..

"Luh benar Gus ngapain kita pikirin gosip-gosip yang belum tentu kebenarannya"..

Sedang asik berbicara berdua keduanya dikagetkan oleh suara pria khas Madura.

Tee..Sateee!..Tee...Satee..Tee...Satteee taa iyee!..

"Beeeriisiikk luh Jaey, Suuuee luh!".....Seru Agus. Kepada tukang sate bernama Jaey yang setiap siang hingga malam mangkal di pos tempat Nata dan Agus menunggu penumpang ojek onlinenya.

"Beeh-beeehh!!.., Bentumben sampeyan siang begini sudah disini biasanya masih sibuk Yur keluyur cari wanita"....Seru Jaey, pria pedagang sate asal Madura itu.

"Jaey gw mau tanya sama luh, Apa benar dikomplek kita ini lagi heboh wanita cantik yang selalu menjadi buah bibir"......Seru Nata.

"Bah..baaah-baabah, Rupanya kalian perkuper ta iyee"..

"Hee..Ini bukan masalah kuper atau nggaknya, Luh pernah lihat nggak tuh cewek"....Seru Agus.

Akhirnya Jaey menceritakan semua yang ia alami selama berdagang sate di pangkalan ojek tempat Nata dan Agus. Termasuk gosip tentang Heni. Meski Agus dan Nata masih belum yakin apa yang diceritakan Jaey akan tetapi setelah hampir satu jam mereka berbincang-bincang wanita yang jadi bahan obrolan mereka melintas didepannya dengan menggunakan ojek online.

"Baahh-baahh...Yang barusan lewat, Itu wanita yang jadi bahan gosip dikomplek ini"....Seru Jaey kepada Nata dan Agus.

Tidak ada jawaban dari Nata dan Agus, Keduanya nampak terkesima memandangi wanita yang barusan lewat tepat didepannya. Natapun melotot tak berkedip, Begitupun Agus tubuhnya bagai kaku tersengat listrik tegangan tinggi.🀯🀯 Baik Nata dan Agus seperti merasa ada satu kebahagian tersendiri dihatinya setelah melihat wanita bernama Heni yang baru saja melintas didepannya.

Seiring waktu yang terus berjalan sejak saat itu Nata dan Agus lebih sering mangkal lebih pagi agar dapat bertemu dengan Heni. Keduanya selalu berdebat ingin bersaing cepat agar dapat berkenalan dengan Heni. Diantara keduanya Natalah yang lebih agresif, Bahkan ia selalu berdandan necis tak hanya itu saja motor sport Kawasaki Ninjanya pun selalu ia buat kinclong agar dapat menarik perhatian Heni terhadapnya. Tidak jauh berbeda dengan Nata ternyata Aguspun bersikap demikian meski sedikit agak kalem. Ia lebih sering bergaya bah seorang pembalap Motogp dengan membanggakan motor CBR orangenya yang bertuliskan Honda Repsol.🀭🀭

Akhirnya kesabaran mereka berdua membuahkan hasil, Dalam hal ini Natalah yang lebih beruntung karena pagi itu kala keduanya sedang berada dipos tempat biasa mereka mangkal ponsel Natapun berbunyi, Di ponsel itu tertera nama Heni untuk segera dijemput. Bagai anak kecil yang mendapat mainan baru Nata nampak riang gembira.

"Lihat Gus sicantik Heni akhirnya minta dijemput sama gw, Uhuuuyy...Ciiiaattss...Eeeaaa...Eeeeaaa!!"....Seru Nata sambil berlalu menuju kontrakan Heni untuk menjeputnya.

Aguspun hanya bisa kesal dan menggerutu sambil berkata.

"Suuee luh Nat"

Lima menit berlalu Natapun sampai ditempat Heni mengontrak ia pun sangat terpukau oleh kecantikan Heni yang tiada tara.🀯 Pagi itupun Heni nampak anggun dan mempesona sampai-sampai Nata dibuatnya kikuk dan deg-deg seer!..

"Mas Nata yaa"...Seru Heni sambil tersenyum.

"Eehh iya..Ini mbak Hino...Eehh Heni maksudku, Duuhh maaf mbak"....Jawab Nata Kikuk.

"Biasa yaa mas antar aku kesekolah"..

"Oohh siap-siap mbak, Kita berangkat sekarang"..

Henipun kembali tersenyum dan melihat senyum Heni, Perasaan hati Nata makin berdebar-debar kencang bagai angin puting beliung yang meluluh-lantahkan alam semesta.😳😳 Sedang bersiap-siap hendak berangkat tiba-tiba pemilik kontrakan yang bernama Rey menegur Nata dengan tegas.

"Hee bekicot rawa nggak usah sok carper luh, Sama penghuni kontrakan gw".

"Waaduuh!, Mak Rey nggak usah sewot gitu doong, Biasa aja keleess!"..

"Hen kamu hati-hati yaa dan jangan percaya mulut manisnya"...

"Iyaa bunda Rey tenang saja aku bisa jaga diri kok, Aku berangkat yaa bun"..

"Huufs!! Dasar pagi-pagi sudah kaya nenek-nenek kurang sirih"....Gerutu Nata sambil menstater motornya.

"Diam luh, Awas jangan berani macem-macem luh sama Heni"....Seru Rey sambil melotot.

Tanpa memperdulikan Rey pemilik kontrakan Nata dan Heni segera berlalu menuju dimana tempat Heni mengajar. Pelan tapi pasti akhirnya suasana menjadi tenang kembali meski mendapatkan cacian dari Rey, Tetapi Nata tidak memperdulikannya. Iyapun nampak bahagia pagi itu karena bisa mengantar Heni kesekolah saat melewati pangkalannya Natapun tidak memperdulikan Agus yang hanya bisa bengong melompong kaya sapi ompong. Merasa kesal dipermainkan oleh Nata diam-diam Agus membuntuti perjalanan mereka berdua bahkan Aguspun mencancel orderan yang telah masuk keponselnya demi bisa mengetahui dimana Heni mengajar.

"Oohh begitu luh Nat, Ok kita lihat saja nanti gw yakin Heni bakalan takluk sama gw".

Perlahan tapi pasti Aguspun mulai membuntuti Nata dan Heni. Setengah jam berlalu akhirnya Natapun sampai dimana tempat Heni mengajar sebagai seorang guru sd. Meski menolak ongkos ojek yang diberikan oleh Heni akhirnya karena terus dipaksa Natapun menerima pemberian uang dari Heni.

"Nggak terasa yaa mbak Hen akhirnya sudah sampai perasaan baru beberapa detik kita berjalan".

"Aahh mas Nata bisa saja nih. Jangan panggil mbak aah, Kesannya aku tua banget"....Ungkap Heni sambil tersenyum.

Melihat senyuman Heni Natapun makin berbinar-binar dan sepertinya ia tak ingin meninggalkan Heni walau sedetikpun, Meski pada kenyataannya itu tak mungkin.

"Oiya jadi aku harus panggil apa doong!!"....Goda Nata.

"Panggil Heni aja"....

"Iya tapi nama belakangnya siapa"...

"Heni aja deh"..

"Iyaa deh kalau begitu oiya nanti Heni maukan aku jemput kembali"..

"Tidak usah mas jadwal pulangku tak menentu aku juga tak ingin merepotkan dirimu, Dan takutnya bunda Rey marah mas Nata mengertikan".

"Ok lah kalau begitu tapi kalau pagi bolehkan"....Tanya Nata.

Henipun mengangguk pelan sambil akhirnya dirinya pun masuk menuju halaman sekolah dan siap untuk mengajar murid-muridnya. Sedangkan Nata bergegas kembali menuju komplek MWB dimana ia biasa mangkal. Tanpa mereka sadari obrolan mereka sempat didengar oleh Agus dan karena ada rasa ingin memiliki Heni Aguspun segera mengatur strategi agar dapat bisa menjemput Heni seperti yang telah dialami oleh Nata. Aguspun segera membuat pangkalan bayangan tak jauh dari sekolah dimana tempat Heni mengajar. Karena sudah hafal seluk beluk lingkungan sekolah tempat Heni mengajar tak terlalu sulit bagi Agus membuat tempat mangkal baru, Terlebih dirinya telah dikenal oleh pengojek online sekitar sekolah maka apapun yang Agus inginkan selalu tercapai. Hingga ia membuat aturan kepada pengojek online lainnya agar tidak boleh menjemput Heni selain dirinya. Dan sejak itu baik Nata dan Agus selalu bersebrangan terkadang keduanya sering main kucing-kuncingan agar tidak kentara karena punya fisi dan misi yang sama yaitu memiliki Heni sang guru idaman.😲😲


Hari berganti minggu, Dan minggu berganti bulan semakin hari dimata Nata dan Agus, Heni bah seorang ratu yang begitu menggoda. Canda tawa serta senyum manisnya membuat hati kedua pemuda tersebut luluh lantah. Sepertinya cuma ada satu wanita didunia ini yaitu Heni, Yang lainya cuma Luhcinta Luna.🀭🀭🀭 Hati kecil Nata selalu berkata kenapa semuanya tak pernah terduga begitu cepatnya cinta tulus datang menjelma, Meski terkadang ia harus gelisah karena perasaan hatinya yang begitu kuat untuk memiliki Heni seutuhnya.

Tak ubahnya seperti Nata, Agus pun merasa sangat terpikat dengan satu pesona diwajah Heni yang membuat hatinya selalu gelisah dan mengakibatkan banyak timbulnya debar-debar asmara yang tak tentu arah. Meski terkadang Agus berusaha mencoba membuang rasa cintanya terhadap Heni, Tetapi entah mengapa semakin ia melupakan Heni semakin kuat pula rasa cinta dihatinya terhadap Heni.🀯🀯

Tak mau membohongi perasaan hatinya akhirnya Aguspun ingin mengungkapkan perasaan cinta terhadap Heni, Meski ia sudah sering kali menjemput Heni diwaktu sore tetapi hari ini Agus ingin membuat sesuatu yang spesial buat Heni. Meski ia tahu cuma karena Heni persahabatan ia dan Nata retak dan sudah hampir dua minggu baik Nata dan Agus tak pernah salin tegur sapa. Tetapi demi mendapatkan Heni Agus sudah tak perduli lagi dengan yang namanya arti persahabatan. Siang menjelang sore Aguspun memacu motornya dengan penuh semangat untuk menjemput Heni, Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Aguspun tiba didepan sekolah dimana tempat Heni mengajar. Karena sudah tidak ada kegiatan disekolah lagi akhirnya Henipun bergegas menuju gerbang sekolah untuk menjumpai Agus yang sudah menunggunya dengan setia.

"Sudah lama menunggu mas Agus".....Sapa Heni dengan senyum manisnya.

"Nggak juga kok dibawa santai sajalah"...Jawab Agus.

"Aku bersyukur loh mas setiap mau pulang selalu mas Agus yang mau menjemputku"..

"Memang para pengonjek Online disini suka begitu Hen, Kalau jarak dekat suka tidak ada yang mau karena bayarannya mungkin kecil. Kalau aku tidak begitu, Yaa intinya ikhlas saja"....Seru Agus dengan berbohong.

"Ooh begitu yaa mas, Ok kita langsung pulang saja yaa mas"..

"Ok siap"

"Ehh ngomong-ngomong itu bunga untuk siapa mas Agus kok besar sekali"....Tanya Heni bingung.

"Oohh anu, Itu bunga pemberian pelangganku, Entahlah aku juga bingung katanya bunga ini sebagai tanda kenangan"....Jawab Agus kembali berbohong.

"Aaahh jangan-jangan dari pacar mas Agus kali, Haayoo ngaku"....Seru Heni.

"Aahh kamu bisa saja Hen, Wanita mana yang mau sama aku ini.🀯🀯 Eeh tapi kalau kau suka boleh mengambilnya, yaa sebagai kenangan dari aku".....Jawab Agus dengan bertingkah tengik.

"Yakin nih mas, Aku suka dengan warna dan bentuknya"...

"Serius kok Hen..Ambillah jika kau suka".....Seru Agus dengan tersenyum bahagia.

Akhirnya keduanya meninggalkan tempat itu, Henipun memegang bunga pemberian dari Agus, Dengan memegang bunga Heni tampak lebih anggun dan mempesona. Hal itu pula yang membuat perasaan cinta Agus ke Heni kian memuncak, Seolah Agus tak mau kehilangan Heni walau sedetikpun.😲😲 Perlahan tapi pasti motor Honda CBR yang dikemudikan oleh Agus berjalan menulusuri jalan yang berliku baru berapa meter ternyata cuaca sore itupun diselimuti oleh mendung, Awan hitampun semakin menebal tak beberapa lama hujanpun turun dengan derasnya karena lupa tak membawa jas hujan dengan terpaksa Aguspun mengajak Heni berteduh disebuah restoran yang cukup ternama. Meski awalnya Heni menolak diajak makan oleh Agus tetapi karena hujan cukup deras dengan terpaksa akhirnya keduanya memesan makanan untuk sekedar menunggu hujan reda. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Agus untuk mengungkapkan isi hatinya. Akan tetapi karena padatnya pengunjung restoran tersebut Agus agak nampak canggung untuk mengungkapkan isi hatinya, Disamping itu Henipun nampak resah karena hujan tak juga reda. Aguspun tetap bersabar namun setelah kesempatan itu ada hujanpun mulai reda dengan terpaksa Agus menunda keinginannya karena Henipun ingin segera pulang. Tetapi bagi Agus itu bukan masalah karena masih ada hari esok untuk mengungkapkan isi hatinya dan perjalanan pulang kembali mereka teruskan.


Semilir angin berhembus dengan pelan meski cuaca kala itu sehabis hujan lembayung senja sore itu nampak berkesan syahdu dan tetap memberi keindahan alam semesta ini. Sayup-sayup terdengar deru mesin mobil memasuki komplek MWB. Setelah beberapa meter melewati gerbang komplek, Mobil Toyota Alphard itu berhenti tepat disebuah pangkalan Ojek Online yang sore itu cuma ada seorang penjual sate madura. Beberapa detik berlalu pintu mobil terbuka turunlah seorang pria keturunan Pakistan iapun nampak kalem dan bersahaja. Dengan santai dan tenang iapun segera menghampiri kedai sate Madura yang dikelolah oleh Jaey.

"Permisi mas boleh numpang tanya, Apa benar ini komplek MWB"....Seru pria itu kepada penjual sate yang bernama Jaey.

"Baah-baaaahh..Betul sekali tuan, Memang siapa yang tuan cari, Atau tuan ingin cari rumah kontrakan"...Tanya Jaey sambil sesekali mengipas-ngipas sate buatannya.

"Oohh tidak saya cuma ingin mencari istri saya yang mengontrak dikomplek ini, Tapi sebelumnya perkenalkan nama saya Hermansyah Mangku Randa"..🀯🀯

"Baah-baaahh...Saya Jaey tuan, Kalau boleh tahu siapa nama istri tuan"....Tanya Jaey kembali.

"Namanya Helenia Widuri Putri, Ia biasa dipanggil Heni"....Seru pria keturunan Pakistan itu.

Meski agak sedikit bimbang akhirnya Jaey menceritakan bahwa cuma ada satu wanita dikomplek MWB yang bernama Heni, Yang berpropesi sebagai guru Sd. Namun Hermansyah membenarkan apa yang telah Jaey ceritakan kepadanya bahwa wanita itulah istrinya. Pucuk dicinta wulanpun tiba, sedang asik ngobrol berdua tiba-tiba Agus muncul dengan Heni dan Jaeypun memanggil nama Heni, Aguspun terpaksa menghentikan laju motornya. Melihat ada pria yang sangat dikenalnya Henipun langsung bergegas menuju kedai satenya Jaey.

"Maass! Hermansyah kenapa tak memberi kabar bila mau datang".....Seperti ada kerinduan yang mendalam Henipun langsung memeluk suaminya.

"Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu, Kau baik-baik saja sayang"....Seru Hermansyah sambil membelai-belai rambut istri tercintanya.

Henipun tersenyum, Dan tidak lupa mengenalkan Agus pada suaminya, Aguspun hanya tersenyum dingin setelah tahu ternyata Heni telah mempunyai suami. Hatinya hancur berkeping-keping bagai terkena Bom atom. Akhirnya Aguspun memutuskan untuk meninggalkan Heni serta suaminya dengan alasan ada orderan ojek yang masuk diponselnya. Kejadian inipun sempat didengar oleh seorang pemuda yang bersembunyi dibalik tembok komplek MWB dengan jarak radius100M. Pemuda itu tak lain adalah Nata, Tak beda jauh dengan Agus. Hati Natapun bagai tersayat-sayat sembilu menyaksikan semua yang ada didepan matanya.😭😭
BACA JUGA : Cerita Kocak Sejuta Sesal Herman
Sejak kejadian itu baik Nata dan Agus, Enggan untuk keluar rumah, Bahkan keduanya tidak makan dan minum hampir seharian terkecuali bedug magrib barulah keduanya minum dan makan dengan lahapnya.🀣🀣🀣

"Itu mah puasa tooongg!!!"..🀣🀣

Dan karena Heni pula persahabatan mereka berdua luntur bahkan tak salin tegur sapa, Namun ibarat nasi sudah menjadi bubur, Keduanya nampak gengsi untuk saling memaafkan. Bagai terkena Virus Corona akut. Baik Nata dan Agus sepertinya sudah tidak punya gairah lagi untuk mengojek. Duniapun seperti beku mati. Akhirnya tak kuat menahan siksa bhatin yang pedih keduanya pergi meninggalkan komplek MWB tanpa pernah ada yang tahu alasannya, Keduanya bagai lenyap ditelan bumi. Hilangnya Agus dan Nata secara misterius membuat Heni dan suaminya bingung, Jaeypun orang yang paling dekat dengan keduanya ikut binggung dan tidak tahu. Karena bagi Heni. Agus dan Nata adalah teman yang selalu membuat dirinya selalu tertawa dan penghilang stres kala jiwanya sedang jenuh dengan pekerjaannya sebagai guru. Berbagai cara Heni lakukan untuk mengetahui dimana keberadaan Agus dan Nata namun hasilnya tetap sia-sia.

Namun kebingungan yang Heni rasakan akhirnya terjawab berkat bunda Rey, Bahwa penyebab hilangnya Agus dan Nata Karena Pesona Asmara Heni yang begitu kuat membuat keduanya terlena oleh hembusan Angin Asmara yang tanpa sengaja Heni berikan. Meski awalnya Heni tak percaya tetapi karena Rey sudah lama tinggal dikomplek MWB dan hampir tahu semua gerak-gerik semua pemuda dikompleknya termasuk Agus dan Nata. Dan kini keduanya hanya menjadi kenangan dikomplek MWB, Pangkalan Ojek Asmara yang pernah menggegerkan wanita dikomplek MWB kini telah berubah fungsi menjadi.


~ SATE MADURA BANG JAEYZONE ~

~ Menyediakan Segala Jenis Sate :

Sate Ayam

Sate Kambing

Sate Kuda

Sate Ular

Sate Tikus

Sate Onta


Menerima Pesanan Hub: WA. 01234567

Tee..Sateee...Tesatee..Ta iyee.


Disuatu malam jauh disebuah kota alunan musik dangdut panggung menggema dengan syahdunya.🎀🎹🎸🎢


Bukan alis berukir bukan bibir bergincu

Yang kudambakan gadis yang punya malu


Cinta karena dasi si-si akan segera basi

Cinta karena gincu cu-cu akan segera layu.


Jabatan perlu, tampan pun perlu

Bahkan emas permata

Tetapi cinta di atas segalanya


Berhias perlu, cantik pun perlu

Untuk gairah cinta

Akhlak mulia hiasan yang utama


Sebuah lagu karya Bang Haji Rhoma Irama yang dinyanyikan oleh seorang pemuda yang memiliki ketampanan weleh-weleh.😳😳 Meski hanya penyanyi panggung serta Cafe yang berada dipinggir pelosok kota Surabaya. Tetapi karena ketampanannya pemuda itu menjadi trending seantero kota Surabaya. Tak hanya itu saja suaranya yang khas dan mirip suara bang haji Rhoma irama pun membuat banyak gadis, Janda, Hingga nenek-nenek pun terlena, Bahkan bila selesai acara manggung dangdut baik dicafe atau panggung hiburan lainnya banyak wanita antri berbondong-bondong hanya untuk selfie bareng atau minta tanda tangan dirinya.🀯🀯🀯

Pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Nata. Demi menghilangkan rasa sakit hatinya karena tak bisa memiliki Heni. Natapun memilih mengasingkan diri kekota Surabaya, Meski banyak wanita yang tergila-gila oleh ketampanannya Nata lebih memilih menutup diri, Dan hanya tersenyum dingin bila Fans-fansnya bertanya-tanya tentang dirinya. Karena ia tak ingin terkena Angin Asmara yang kedua kalinya.🀭🀭


Ditempat yang berbeda pula disebuah kawasan puncak Bogor seorang pemuda sedang apik merangkai hiasan aneka macam bunga. Tangannya yang terampil dan cekatan membuat apapun jenis bunga menjadi nampak terukir indah. Tak jauh dimana ia merangkai bunga terpampang sebuah tulisan.


~ 🌹KATAKAN DENGAN BAHASA BUNGA🌹 ~


~ 🌹AGUS~FLOWER 🌹~

Menerima Pesanan Aneka Macam Rangkaian Bunga🌹~

Bunga Mawar

Bunga Melati

Bunga Dahlia

Bunga Sedap Malam

Bunga Lavender

Bunga Kamboja

Bunga Bangkai

Untuk Pemesanan Langsung Hub WA : 08123456789

Untuk Layanan Online Tekan 1

Untuk Sistem Cod Tekan 2

Untuk Lain-lainnya Tekan 3

Untuk Diperhatikan Dibawah Ini.


🌺Agus~ Flower🌺...Tidak Melayani Rangkaian Bunga bank, Bunga Asmara, Bunga Desa, & Bunga-bunga Cinta lainnya.😲😲😲

Berkat tangan terampilnya toko bunga Aguspun banyak dikenal orang, Terlebih bila hari-hari libur banyak para penyuka bunga berduyun-duyun antri hanya untuk membeli bunga atau memperhatikan bagaimana Agus merangkai bunga, Selain terampil merawat bunga Agus juga memiliki Aura ketampanan yang memikat.😲😲 Dan karena itulah banyak wanita senang bila berlama-lama ditoko bunga milik Agus.

Namun Agus lebih suka menutup pintu hatinya terhadap semua para pelanggan toko bunganya. Tak ubahnya seperti Nata Aguspun tak mau mengalami nasib yang kedua kalinya yaitu terkena Angin Asmara.

Hampir satu tahun setengah telah berlalu sejak menghilangnya Nata dan Agus seperti ada yang hilang dari lingkungan komplek MWB. Komplek yang dulunya selalu terngiang akan gosip asmara kini tampak hening syahdu menyepi. Hanya sesekali terdengar suara serak-serak medok mewarnai bekas pangkalan ojek asmara Nata dan Agus.

Tee...Saatee...Teesateee...Taa..Iyee.πŸ‘πŸ’πŸ›



~ THE ~ END ~

Wednesday, 22 January 2020

,


Postingan kali ini saya akan membahas tentang manfaat bersepeda bagi tubuh kita.

Tetapi sebelumnya sekedar mengingatkan kepada anda, Untuk tidak berlama-lama memandang photo atau gambar yang berada diatas dan dibawah.

Karena kalau anda naksir atau jatuh cinta saya juga yang bakal repot dan gitu deehh!!..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Amit-amit cuuiihh!!..πŸ˜‚πŸ˜‚




Ok sekarang kita lanjut, Hobi sepeda atau olahraga sepeda pastinya tidak semua orang suka, Kenapa yaa alesannya karena capek harus mengenjot.. Lebih baik ngenjot yang lain yang lebih enak.😱😱😱




Akan tetapi menurut riset kesehatan olah raga sepeda, Atau bersepeda bisa mengurangi stres. Terlebih bila kita bersepeda dilingkungan alam yang masih asri dengan pepohonan, Seperti alam pegunungan, Atau lingkungan yang bebas dari polusi udara. Nah berikut penjelasan dibawah ini.




Bersepeda bisa mengurangi stres karena Melakukan aktivitas fisik, Dan bersepeda, Juga bisa membuat tubuh Anda memproduksi hormon dopamin yang dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stres, atau bahkan depresi yang Anda alami.

Bukan hanya itu saja, Karena bersepeda dapat mencegah Anda mengalami patah tulang akibat jatuh. Meskipun bersepeda tidak secara khusus membantu osteoporosis, namun, bersepeda merupakan bentuk latihan yang ideal bagi penderita osteoporosis, karena bersepeda adalah latihan ringan yang hanya akan memberikan tekanan sedikit kepada sendi.

Sebuah studi juga menemukan bahwa setelah mulai bersepeda, kondisi pasien lansia dengan nyeri lutut dan osteoartritis semakin membaik.




Dan bagi anda yang takut akan gejala diabetes tidak perlu ragu untuk bersepeda karena, Kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu penyebab diabetes. Bersepeda adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko diabetes. Sebuah studi di Finlandia menunjukkan bahwa orang yang bersepeda lebih dari 30 menit per hari memiliki risiko lebih rendah untuk terkena diabetes.

Dan hebatnya lagi rutin bersepeda bisa mencegah 3 penyakit berbahaya dibawah ini.


1. BERSEPEDA BISA MENGURANGI RESIKO KANKER

Jika Anda mempertahankan pola makan yang sehat dan bersepeda secara teratur, maka hal tersebut akan membantu Anda dalam mengurangi risiko kanker. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association menunjukkan bahwa orang yang memiliki tubuh bugar, bahkan di usia tua, berisiko lebih rendah untuk terkena kanker paru dan kanker kolorektal. Studi lain juga menunjukkan bahwa bersepeda secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus dan payudara.


2. BERSEPEDA BISA MENGURANGI RESIKO PENYAKIT JANTUNG & PEMBULUH DARAH

Bersepeda secara teratur dapat merangsang dan memperbaiki jantung, paru-paru, sirkulasi darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Bersepeda akan memperkuat otot jantung dan mengurangi kadar lemak dalam darah. Hal ini dibuktikan dalam studi di Denmark yang menunjukkan bahwa orang yang bersepeda secara rutin akan terpelihara dari penyakit jantung di usia tua.


3. BERSEPEDA BISA MENGENDALIKAN BERAT BADAN

Bersepeda adalah cara yang baik untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan, karena bersepeda dapat meningkatkan tingkat metabolisme, membangun otot, dan membakar lemak tubuh. Bersepeda membantu Anda untuk memastikan bahwa pengeluaran energi Anda lebih besar daripada asupan energi, karena Anda membakar kalori saat sedang bersepeda.

Jika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan, Anda perlu mengombinasikan antara aktivitas bersepeda dengan pola makan yang sehat. Berapa banyak kalori yang Anda bakar saat bersepeda akan bergantung pada berapa lama, berapa jauh, dan berapa cepat Anda bersepeda. Namun sebuah studi telah menemukan bahwa bersepeda setengah jam setiap hari akan membakar hampir lima kilogram lemak lebih dari setahun.

Naah!, bagaimana menurut anda baik pria dan wanita, Suka berolahraga sepeda? Yaa nggak mesti jadi hobi juga, Apapun bentuk sepedanya yang terpenting niat dan teratur cara menjalankannya.

Terutama yang wanita nih, Karena apa, Badan wanita itu cepat melar terlebih bila sudah punya anak 2, ngeluh deh... "Sejak punya anak badanku tak seksi seperti dulu"..😱😱

Naahlooo!!...Diri sendiri deh disalahkan.😱😱....Coba kalau diniatin ceritanya bedakan. Haayoo!! Siapa disini blogger wanita yang endut?....Haaaayyooo nggakuu!!.πŸ˜‚πŸ˜‚

Untuk cowok nih, Hobi sepeda teratur, Atau olahraga sepeda teratur dapat mencegah ejakulasi dini Percaya nggak, Coba deh pasti perkasa. Dan tidak mudah lumer waktu baru dicolek.πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Ok deh apapun itu semua keputusan ada pada anda masing-masing.




Artikel By : Hellosehat.com



~ SEMOGA ~ BERMANFAAT ~

Friday, 10 January 2020

,


Belum lama ini sambungan telepon dirumah orang tua saya yang berada dikota Depok mengalami gangguan dan tak bisa dipakai lagi. Bagi saya bukan masalah karena boleh dikatakan pesawat telepon sudah ketinggalan zaman, Bahkan telepon rumah saya yang berada dikota Bekasipun sudah hampir 3 tahun saya putus dan tidak digunakan lagi.

Akan tetapi bagi ibu saya itu satu ganjalan yang luar biasa karena ia kurang mahir menggunakan Hp, Smartphone dan sejenisnya, Apapun bentuknya. Karena katanya keyboard hp atau smartphone kecil-kecil dan sulit dipahami. Pokoknya tidak mudeng katanya maklumlah orang sudah tua, Mencet tombol hp saja harus menggunakan kacamata.

Setelah dikabarkan istri saya bahwa telepon rumah rusak dan mengalami gangguan sayapun bergegas menuju kerumah Mama tercinta untuk mengecek penyebab kerusakannya, Meski istri saya sendiri menyarankan untuk sementara Mama sebaiknya menggunakan Tablet berukuran besar agar bisa berkomunikasi kembali dengan teman arisannya dan orang-orang yang biasa ia hubungi. Sayapun setuju dengan hal tersebut.

Sesampai dirumah Mama sayapun mengecek instalasi kabel telepon rumah berserta pesawat teleponnya. Ternyata tidak ada kerusakan atau kabel yang putus. Lalu sayapun segera menghubungi PT.Telkom, Dan ternyata penyebabnya kerusakannya itu ada pada tiang telepon yang berjarak 50 meter dari rumah mamaku. Bukan hanya itu saja gangguan Internet Indihome pun terganggu kata operator PT.Telkom, Mungkin faktor banjir serta curah hujan yang terjadi diawal tahun 2020 ini, Dan iapun berjanji akan segera menangani kerusakan tersebut secepat mungkin.

Akhirnya sambil menunggu janji dari PT.Telkom, Untuk sementara mamaku menggunakan Tablet berukuran 10inc, Itu dipandu oleh istri saya agar paham cara menggunakannya.

"Saabarr yaa maa, Mudah-mudahan telepon rumahnya segera nyala kembali dan mama bisa halo-halo lagi deh"..πŸ˜„πŸ˜„

Dan bicara soal telepon rumah mamaku yang sedang rusak, Tanpa sengaja disamping catatan buku-buku telepon yang sudah basi saya menemukan sesuatu yang boleh dikatakan punya nilai kenangan dan sangat bersejarah.?😱😱

Hanya sebuah kartu nama zaman jadul sih.πŸ˜‚πŸ˜‚ Tetapi dahulu kartu itu telah banyak saya sebarkan kesemua wanita, Baik perawan, janda bahkan nenek-nenekpun tak luput dari gombalan kartu tersebut makanya punya nilai kenangan yang teramat.....Yaa gitu deh.πŸ˜‚πŸ˜‚

"Haalaaa Kartu nama butut kok dibangga-banggakan"....Kata Vina istriku.

ME ..... "Suuuee luh Vin"😁😁




Yaa seperti yang telah anda lihat diatas, Hanya sebuah kartu nama jadul era 95 sampai 97. Namun dahulu sebuah kartu nama sangat diperlukan sekali baik untuk bisnis atau perkenalan. Jadi kalau di pikir-pikir telepon dirumah mamahku rusak ternyata sedikit membuka kenangan lama. Dan kartu nama diatas meski sudah butut dan sobek separu tetapi setelah saya bersihkan lumayanlah. Nggak kotor seperti awal saya menemukannya dipinggir meja telepon yang tertumpuk buku-buku telepon.

Dan gara-gara telepon rumah serta kartu nama jadul saya jadi terinpirasi untuk menulis sebuah kenangan dengan seorang wanita yang usianya lebih tua 5 tahun dari usia saya, Yang kala itu berusia 19 tahun.😱😱

Jadi ceritanya berawal dari sebuah telepon rumah juga.....upps!..Untuk Ayank Vina nggak usah cemberut gitu doongg! Yaa ini cuma bagian dari masa lalu kok.πŸ˜‚πŸ˜‰
Ok sekarang kita lanjut ke masa dimana usia saya kala itu masih 19 tahun, Boleh dikatakan era itu pesona saya lagi ganteng-gantengnya bahkan sakin gantengnya banyak wanita sangat-sangat sulit melupakan saya.πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Amit-amit dah.

Berawal dari kondisi yang tidak enak bodi saya memutuskan untuk tidak berangkat kesekolah, Hingga siang itu hanya saya sendiri yang berada dirumah karena yang lainnya pada sibuk beraktivitas. Dirumahpun saya hanya tidur-tiduran manja dengan pikiran yang tak tentu arah. Maklum Jomblo.πŸ˜„ Tiba-tiba terdengar dering telepon rumahku. Sayapun sempat kesal bila mendengar dering telepon dirumah, Karena sudah pasti yang dicari kalau tidak mama atau ayah saya dan mungkin juga kakak saya. Karena adanya telepon dirumah jarang teman yang menelepon saya kala itu, Jadi selalu kesal bila mendengar suara telepon dirumah karena cuma ada saya dirumah yaa mau tidak mau dengan bermalas-malasan sayapun menuju meja telepon untuk mengangkatnya.
BACA JUGA : Mengenang Bus Tingkat Era 90,an & Asmara
Dan Ternyata ooh ternyata? 😱 Setelah telepon saya angkat, Terdengarlah suara lembut seorang wanita yang begitu menggoda. Ia mencari sahabatnya yang bernama Linda karena tidak ada yang bernama Linda dirumah saya, Sayapun yakin dia itu salah sambung. Tetapi tak ingin kesempatan itu lepas begitu saja, Sayapun mengulur-ngulur waktu dan terus bertanya tentang dirinya termasuk namanya serta tempat tinggalnya.

Namanya Ningrum Widia Astuty ( Widi ). Ia tinggal dikota Bekasi dan sudah bekerja disebuah mall sebagai SPG produk pakaian. Karena ia sudah bekerja sayapun terpaksa berbohong dan mengaku sudah bekerja juga dengan membawa-bawa nama kantor dimana ayah saya bekerja.

Singkat cerita akhirnya saya tahu nomor telepon rumah Widi, Meski ia tinggal dengan tantenya. Karena rumah aslinya dan asalnya yaitu dikota Solo jawa tengah. Hari terus berlalu sejak saat itu saya suka yang namanya telepon, Bahkan bila rumah sepi saya sering bertelepon ria bersama Widi hingga berjam-jam tanpa pernah memikirkan tagihan telepon. Bila tagihan telepon rumah mahal saya selalu beralibi tak hobi yang namanya telpon-telponan.

"Emang dasar anak tak tahu diuntung luuhh!!"..πŸ˜‚πŸ˜‚

Hingga pada suatu hari disaat Widi libur bekerja sayapun ada keinginan untuk berjumpa dengan dirinya. Meski awalnya ia menolak tetapi karena saya terus memaksa akhirnya ia pun mengizinkan saya untuk menemui dirinya di satu tempat yang telah ia tentukan.

Seperti ada perasaan bahagia yang saya rasakan keesokan harinya saya pun langsung menuju kota Bekasi. Itupun saya bolos sekolah karena jadwal sekolah saya siang jadi waktu sangat minim bagi saya untuk sekolah dan saya memilih bolos demi bisa bertemu Widi.πŸ˜„

Dua jam berlalu akhirnya saya bisa bertemu Widi disebuah cafe yang ia tentukan setelah bertemu dengan Widi ada perasaan minder pada diri saya, Karena memang benar dia sudah bekerja. Meski usianya lebih Tua 5 tahun dari saya, Tetapi pesona dan keanggunannya membuat saya betah untuk memandanginya berlama-lama. Akan tetapi berbeda dengan Widi menilai diri saya. Ia memandang saya dari ujung kaki sampai ujung rambut dan kemudian ia tertawa lembut seolah menyindir saya, Hingga saya pun bertanya, Apa ada yang salah dengan penampilan saya. Ia pun menjawab tidak, Tetapi saya tetap tak percaya hingga akhirnya Widipun tertawa kembali dan berkata.

"Kamu tuh lucu dan saya yakin kamu itu belum bekerja dan masih sekolah. Hayoo jawab yang jujur"...Tegas Widi kepada saya..

Sayapun mencoba berdusta dengan segala cara, Karena usia Widi yang lebih tua dari saya sepertinya ia tak mudah untuk dibohongi. Ia pun hanya tersenyum mendengar bualan saya. Dan akhirnya sayapun luluh dengan senyumannya, Hingga sayapun mengakui bahwa saya masih anak sekolah dan barus kelas 2 STM kala itu.

Pertemuan saya dan Widipun masih terus berlangsung dan sejujurnya saya akui untuk bertemu dengannya saya harus bolos sekolah. Widipun banyak memberi nasehat kepada saya, Bagai seorang pendengar yang setia sayapun menurut saja apa yang ia ucapkan. Tetapi bagi saya semua tetap berkesan romantis. Hingga sore menjelang akhirnya saya dan Widi mengakhiri pertemuan itu. Dan ia berjanji mau bertemu saya lagi kalau dirinya libur bekerja dengan syarat saya tidak boleh bolos sekolah.
BACA JUGA : Mengenang Ponsel Jadul & Asmara Yang Kadas
Dua minggu telah berlalu, Dan entah mengapa saya selalu rindu dengan Widi, Seolah ingin selalu bersamanya.😱😱 Ciiee lagu luh toong!!.πŸ˜‚πŸ˜‚ Seolah kurang puas bila bicara ditelepon dan posisi rumah sayapun selalu ramai jadi kesempatan untuk menelpon Widi selalu banyak halangan. Dalam seminggu saya hanya bisa 2 kali menelepon dirinya. Ditambah pula setiap saya telepon Widipun selalu banyak alasan cape atau baru pulang kerja lembur dan ingin istirahat.

"Lagian Widinya juga ogah sama eluh. Elunya saja yang keganjenan"..πŸ˜³πŸ˜±πŸ˜‚πŸ˜‚

Akhirnya tak kuat menahan rindu terhadap Widi, πŸ˜‚πŸ˜‚ Sore itu selepas pulang sekolah sayapun langsung menuju kota Bekasi. Dan kebetulan saudara sayapun banyak yang tinggal di Bekasi jadi jika kemalaman saya bisa mampir kerumah saudara agar lebih dekat dan hemat waktu. Setelah menelpon kerumah melalui telepon umum, Bahwa saya ingin main kerumah saudara yang dibekasi. Akhirnya dari Jakarta pusat dimana tempat saya bersekolah sayapun menuju kota Bekasi demi Widi tercinta......"Ciieee kaya mau aja tuh cewek sama eluh"...πŸ˜‚

Sesampainya dikota Bekasi sayapun langsung menuju tempat kerja Widi. Tak terlalu sulit bagi saya untuk mencari alamat kerjanya karena ia bekerja disebuah Mall terkenal di Bekasi. Dan biasanya Widi selesai bekerja pukul 9.00 malam. Berarti sayapun harus menunggu selama 1jam agar dapat bertemu Widi.


Dan waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba akhirnya saya dapat bertemu dengan Widi. Meski Widi sendiri kaget melihat kehadiran saya dan sepertinya tidak suka saya datang menjemputnya. Bahkan dimata teman-temannya ia mengatakan bahwa saya keponakannya.

"Kamu kok dadakan banget sih, Dan mengapa tak memberi kabar sebelumnya"....Serunya.

"Yaa gimana kamunya juga pas aku telepon bilangnya sibuk terus"...Jawab saya.

Widipun tak menjawab, Akhirnya sayapun ingin mengajak Widi makan malam, Akan tetapi ia menolaknya karena ia bilang tidak terlalu lapar, Dan ingin segera pulang. Karena dari tempat kerja Widi kerumahnya tidak jauh akhirnya Widi memutuskan untuk berjalan kaki sayapun merasa senang bisa berjalan bersamanya, Karena malam itu juga saya ingin mengutarakan isi dan perasaan hati saya kepada Widi.😱

"Ciieee!..Gayamu toong!...Ntar juga mewek luh"..πŸ˜‚πŸ˜΄

Disepanjang jalan sayapun ingin sekali menggenggam atau meraih tangan Widi.😱 Tetapi entah mengapa ia selalu menepisnya, Tak habis akal akhirnya saya mengajak Widi untuk naik becak dengan alasan takut ia keletihan berjalan, Karena pas kebetulan saya dan Widi berjalan melewati prumnas atau perumahan yang masih banyak Becak yang hilir mudik dijalan yang kami lalui.

Akhirnya sayapun bisa berdua dengan Widi didalam becak yang kami tumpangi. Becakpun melaju dengan pelan. Ada perasaan damai dihati saya kala tubuh kami saling berdekatan.😳😳😱 Sayapun mencoba meraih tangan Widi kembali, Bahkan ingin juga membelai rambutnya. Akan tetapi ternyata Widi kembali menepisnya, Kali ini iapun berbicara dengan lantang dan tegas.

"Apaan sih kamu pake pegang-pegang segala, Ingat yaa kamu tuh lebih pantas jadi adiku ngerti"...Seru Widi dengan mata melotot.

"Apakah orang yang lebih muda atau masih sekolah dilarang berpacaran, Cinta itu tidak".......Stoopp!!.

Widipun kembali berbicara.

"Udah deh kamu nggak usah berpikir macam-macam, Ingat aku menganggap kamu tuh adik, Dan tidak lebih dari itu. Dan juga aku tidak pernah memaksa kamu untuk memberi harapan serta lainnya".

"Tapi Wid, Bisakah kamu beri waktu atau kesempatan untuk diriku ini"

"Tiiidaakk, Pikirkan sekolahmu dan jangan sia-siakan waktumu atau memaksakan hal yang tak mungkin"...Balas Widi.

Sebenarnya saya belum puas bicara dengan Widi akan tetapi becak yang kami tumpangi telah berada persis didepan rumah Widi. Akhirnya mau tidak mau sayapun turun dari becak begitupun Widi. Setelah membayar ongkos becak kami pun segera menuju halaman rumah, Didepan rumah yang Widi tempati ternyata sudah berdiri 2 orang gadis cantik yang seusia dengan saya. Sebelum jauh melangkah kedalam rumah Widi pun sempat berkata kepada saya.

"Jika kamu ingin mencari pacar untuk serius aku punya keponakan yang bernama Citra. Atau kau bisa memilih antara Citra atau temannya"....Ucap Widi.

Entah kenapa saya tidak tertarik dengan 2 gadis yang ada dihadapan saya. Meski kehadiran saya disambut penuh kehangatan serta senyum, Sayapun hanya menanggapinya biasa saja. Dan Widipun berkata kepada keponakannya.

"Nih kakak punya sahabat yang baik kalian mau kenal nggak?"....

Dengan agak malu-malu keduanya nampak tersenyum sambil tertawa cekikikan. Dan mau tidak-tidak mau akhirnya sayapun memperkenalkan diri, Dan memang sepertinya Widi sengaja memperkenalkan keponakannya agar saya bisa menjauh darinya. Hingga hampir satu jam lebih saya menunggu Widi. Ia pun tak pernah keluar kamarnya setelah memperkenalkan saya dengan keponakannya.

Hingga saya merasa jenuh karena diabaikan Widi, Akhirnya dengan perasaan hati kesal sayapun pamit pulang. Dan sebelum pulang saya ingin berpamitan kepada Widi, Akan tetapi kata Citra keponakannya bahwa kak Widi sudah tidur. Akhirnya dengan hati yang penuh bergejolak sayapun berlalu dari rumah Widi. Meski keponakannya yang bernama Citra dan sahabatnya menyuruh saya datang minggu depan untuk bermain ke tempatnya lagi. Seperti tak berselera saya hanya menjawab iya.

Hari-hari terus berlalu, Setiap saya menghubungi Widi selalu saja beralasan sibuk hanya Citra keponakannya yang selalu menemani pembicaraan saya lewat telepon. Iapun salah menduga terhadap saya, Karena mengganggap bawa setiap saya menelpon pastinya untuk dirinya. Bahkan ia juga sering telepon balik kerumah saya. Hingga pada bulan berikutnya tagihan telepon rumah saya membengkak.😱 Dan sayapun tidak bisa mengelaknya, Karena adik dan kakak saya selalu mengetahui selama beberapa bulan kedepan saya sering menggunakan telepon. Cacian serta bullyan terus terlontar dari semua yang ada dirumah terhadap saya.

"Udah ngaku aja, Luh tuh paling sering pake telepon rumah buat nelponin cewek-cewek nggak jelas, Makanya jangan sok keganjenan luh jadi orang".....Bentak seluruh keluarga dirumah.

Meski telinga saya terasa panas mendengar cacian dan makian dirumah namun saya hanya bisa pasrah. Sejak itu selama sebulan saya tidak pernah mendapat jatah uang jajan bila ingin berangkat sekolah, Cuma ongkos angkutan umum saja yang diberikan orang tua itupun ngepas. Beruntung ada angkutan kereta yang menuju kesekolah saya, Jadi dari kota Depok kestasiun Gambir Jakarta Pusat menuju sekolah saya tidak pernah beli tiket kereta dengan alasan numpang karena masih anak sekolah.
BACA JUGA : Kisah Tawuran Disekolah & Asmara Yang Terpendam
Dan sejak seringnya dimarahi dirumah saya jadi sering kesekolah meski terkadang tidak pernah ada disekolah alias bolos.πŸ˜‚πŸ˜‚ Lalu sayapun membatasi kepada Citra untuk menelpon saya pada malam hari saja. Terkadang saya yang lebih sering menghubungi Citra meski sebenarnya tujuannya agar dapat berbicara dengan Widi. Entah kenapa meski sering berkomunikasi dengan Citra saya seperti tak punya gairah terhadapnya. Lalu Citrapun saya kenalkan dengan teman-teman sekolah saya agar saya bisa kembali fokus dengan Widi meski pada kenyataannya Widi tetap tidak membuka hatinya untuk saya.😭😭


Meski cinta saya bertepuk sebelah tangan saya tetap ceria dimata teman-teman sekolah saya, Dan tidak pernah menceritakan hubungan saya dengan Widi. Karena teman sekolah saya bisa berkenalan dengan Citra akhirnya mereka menganggap saya punya banyak koleksi wanita. Dan menjuluki saya Dewa Cinta.😱😱 Meski pada kenyataannya hati saya merana.😩😩😭😭

Singkat cerita akhirnya teman sekolah saya ada yang suka terhadap Citra dan mereka berpacaran sayapun turut senang karena memang sejak awal saya tidak pernah menyukai Citra. Hingga pada hari minggu pagi 4 orang teman sekolah saya main kerumah saya, Iya mengajak saya untuk main kekota Bekasi yaitu ketempat Citra. Awalnya saya menolak karena tidak suka bila ketempat Citra seandainya bertemu Widi saya cuma disia-siakan. Akan tetapi setelah mendengar akan ada pertunangan kakaknya Citra saya spontan tidak percaya. Karena Citra anak tunggal. Akhirnya teman saya menceritakan secara detail.

"Yang mau tunangan itu yaa kakaknya Citralah yang bernama Ningrum Widia Astuty, Udeh cepetan luh mandi Sat. Lumayan bisa makan gratis nih dirumah Citra sambil hepy-hepy".....Seru ke 4 teman sekolah saya.

Antara percaya dan tidak sayapun sempat bimbang, Akan tetapi demi membuktikan itu semua akhirnya dengan terpaksa saya menuruti ke 4 teman sekolah saya itu menuju kota Bekasi. Karena teman sekolah saya tidak pernah tahu bahwa saya sebenarnya suka dan cinta terhadap Ningrum Widia Astuty alias Widi.

"Huuffs....gayamu toongg!! Sudah ditolak saja masih bilang cinta"..πŸ˜‚πŸ˜‚

Dua jam telah berlalu akhirnya saya dan ke 4 teman sekolah saya tiba dirumah Widi. Dan benar saja apa yang dikatakan oleh teman saya. Rumah Widi nampak ramai, Ada pertemuan dua keluarga yang masing-masing tampak bahagia. Karena acara sedang berlangsung saya terpaksa menunggu hingga acara itu selesai. Dan atas kejadian itu saya lebih banyak murung serta tak banyak berkata-kata. Perasaan hati saya seperti hancur luluh lantah. Benci dan cintapun kembali bergejolak dalam jiwa saya. Ingin rasanya berlari sejauh mungkin meninggalkan tempat kediaman Widi. Karena sepertinya saya tak kuat menyaksikan semua itu, hati dan jiwa ini seperti tersayat-sayat sembilu.😩😭😭

"Woooiii...Wooiiii......Biasa aja kelless!!...Rasain luh makan tuh cinta".πŸ˜‚πŸ˜‚

Hingga acara pertunangan pun selesai saya hanya bisa terpaku dimuka halaman rumah Widi, Berbeda dengan ke 4 teman sekolah saya mereka berlarian masuk dengan gembira karena Citra telah mempersilahkannya untuk masuk ditambah iapun lebih banyak membawa teman wanitanya. Melihat kejadian itu saya tidak peduli, Saya lebih banyak melamun, Akan tetapi saya dibuat terperangah karena tiba-tiba Widi sudah berdiri dihadapan saya bersama tunangannya.

Meski sedikit tegang saya tetap masih bisa menguasai diri. Dan ada rasa cemburu serta sakit hati setelah melihat cikal bakal calon suami Widi. Ingin rasanya diri ini merebut Widi dari dirinya. Namun apalah daya diri ini.😱😳 Seperti mengerti dengan perasaan saya akhirnya Widipun mengajak saya bicara kesuatu taman, Meski tak jauh dari rumahnya.

Widipun meminta izin kepada calon suaminya untuk berbicara 4 mata kepada teman curhatnya. Merasa mengerti sang calon suaminya pun mengizinkannya sambil tersenyum. Lantas Widipun membawa saya ke sebuah taman. Sayapun hanya menuruti saja bah kerbau dicocok hidungnya.

"Mau apa kau bawa aku ketempat ini"...Tanya saya kepada Widi.

"Seharusnya kau bahagia dan bisa berkumpul seperti ke 4 temanmu itu. Oiya mengapa kau tak berpacaran dengan Citra atau temannya"....Seru Widi.

"Dari awal sudah aku bilang cuma dirimu, Dan aku ketempatmu atau menelpon dirimu yaa hanya untukmu. Ingat Wid aku paling tak Suka dipaksa".

"Lalu apa bedanya dengan dirimu terhadapku, Apa bukan memaksa juga itu? Sedangkan dirimu juga tak suka dipaksa".....Jawab Widi sambil tersenyum.

Apa yang dkatakan Widi memang ada benarnya, Sepertinya saya terjebak oleh permainannya tapi semuanya telah berakhir. Bagai baru tersadar dari mimpi panjang sayapun hanya bisa pasrah tanpa kata. Suasana menjadi hening sejenak, Hingga akhirnya Widi kembali berkata, sambil merangkul diri saya.

"Kamu tak perlu khawatir, Aku tak memaksamu harus berhubungan dengan Citra. Begitupun diriku ini"..Seru Widi.

"Ok Wid, Maafkan aku. Oiya selamat atas pertunanganmu dan sepertinya aku tidak bisa berlama-lama ditempat ini"...jawab saya gugup.

Widipun tersenyum dan kembali menarik lenganku.

"Kau tak perlu tergesa-gesa, Apa kau tak ingin berkumpul dengan Citra serta temanmu yang lainnya".

"Biarkanlah mereka kumpul bersama, Anggap saja mereka pengganti diriku untuk Citra".

"Baiklah kalau itu maumu. Oiya mungkin tidak beberapa lama lagi aku tidak tinggal di sini lagi, Aku akan kembali ke Solo dan menikah disana. Tetapi kalau ada waktu luang aku akan selalu menyambangi tempat ini dan menghubungi mu"....Jawab Widi sambil tersenyum.

"Aku sudah ikhlas Wid, Kabari aku bila suatu saat nanti kau kembali kesini, Meski aku tahu kau sudah tidak sendiri lagi".

"Tentu aku akan selalu ingat kamu, Karena kamu sudah seperti adik kandungku sendiri"

Itulah hari terakhir saya memandang dan melihat wajah cantik nan anggun dari seorang wanita bernama Ningrum Widia Astuty ( Widi ). Sebelum saya beranjak dari taman dimana saya berbicara dengan Widi, Kembali Widi berkata bahwa sebaiknya saya pulang menggunakan Taksi ketimbang angkutan umum lainnya. Karena Widi takut terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sayapun menuruti saran yang Widi berikan.

Dalam perjalan pulang didalam taksi tanpa terasa mata sayapun berkaca-kaca seolah tidak kuat menerima fakta dan kenyataan yang telah terjadi. Hingga sesampainya dirumah saya hanya bisa mengurung diri dalam kamar.

"Kenapa nggak bertapa saja di Goa"..πŸ˜‚πŸ˜‚

2 Bulan berlalu sejak kepergian Widi hari-hari saya kian sepi, Hidup seolah tak ada yang menemani. Teman serta sahabat yang ada tak bisa membuat luka dihati ini terobati, Bahkan bayang-bayang wajah Widi masih sering terlintas dibenak saya. Seperti sulit melupakannya, Karena mungkin baru sekali dalam hidup saya mencintai wanita yang lebih tua dari saya. Tak hanya itu saja, Dimataku Widi seorang wanita yang tegas dewasa dan berwibawa.

Karena Widi pula saya lebih berani dan bersikap dewasa bila berhadapan dengan wanita yang lebih tua dari saya. Seolah Widi memberi sisi Positif dan Negatif dalam jiwa saya semenjak sepeninggalannya. Dan anehnya kedua sisi itu saya bisa mengaturnya sendiri sesuka hati saya.

Tak mau terus terpuruk dalam hidup, Terlebih urusan cinta sayapun mencoba tegar dalam hidup ini. Sejak saat itu saya kembali membuka diri kembali meski sedikit tembang pilih dalam mencari pacar atau kekasih kala itu. Bahkan saya semakin suka berkenalan dengan wanita hanya untuk menjadi sahabat saja atau TTM. Walau ada wanita yang suka terhadap saya, Tetap tidak saya anggap serius. Tak heran saya di cap play~boy, Selain itu saya juga hobi tukar-menukar nomor telepon wanita kepada teman saya. Biasanya itu saya lakukan bila sedang ditelepon umum, Karena saya sudah tidak nyaman lagi bila menelpon wanita dirumah.

~ BERALIH KETELEPON UMUM ~


Jika libur sekolah sayapun paling suka menghabiskan waktu berjam-jam ditelepon umum hanya untuk bergosip-gosip ria. Bahkan saya dan teman sekolah sempat dijuluki Raja Coin.😱😳 selain hobi menggoda wanita saya dan teman sekolah juga hobi mengakali telepon umum dengan Coin Gantung ( Uang logam yang dibolongi dan diikat dengan tali ) Sehingga bisa gratis menelpon berjam-jam.

"Bener-bener kaga beres luh jadi orang"..πŸ˜‚πŸ˜‚



Ilustrasi M.brilio.net By : Dani Arista


Dan telepon umum yang menjadi target saya kala itu ialah telepon umum yang berada dipinggir jalan atau disuatu tempat yang tidak terlalu ramai agar bisa nyaman bertelepon tanpa ada gangguan orang lain. Apapun model dan bentuk teleponnya saya selalu bisa mengakalinya. Maka tak heran banyak telepon umum baik di Jakarta dan Depok selalu rusak atau error karena ulah Raja Coin, Alias saya dan teman-teman sekolah.πŸ˜‚πŸ˜‚

Hingga teknologi terus berganti dan muncullah sebuah Produk yang bernama Pager. Alat informasi yang hanya bisa membaca pesan saja seperti sms. Sedangkan Handphone kala itu masih dalam tahap perkembangan.

Jadi telepon masih tetap unggul era itu. Dan Raja Coinpun masih tetap bisa exsist. Apapun aktivitas saya dan teman-teman sekolah selalu ada waktu untuk menuju telepon umum, Dan apa lagi kalau bukan untuk merayu wanita baik anak sekolah, Mahasiswi, atau wanita pekerja. Coin gantungpun selalu berada disaku celana kemanapun saya pergi. Hingga tahun terus berganti dan ponselpun mulai bermunculan telepon masih tetap sangat diperlukan. Tetapi sangat berbeda dengan telepon umum, Satu persatu mulai menghilang. Walaupun ada pastinya sudah rusak atau tak berfungsi.

Dan Raja Coinpun ikut meredup dan sempat vakum dalam setahun karena belum mampu membeli ponsel yang boleh dikatakan mahal era pertama ponsel muncul. Dan sejak itu lama kelamaan pamor teleponpun kiat meredup, Baik telepon rumah, Warnet terlebih telepon umum lebih dahulu tenggelam.πŸ˜‚πŸ˜‚ Karena banyak orang yang beralih menggunakan ponsel hingga sekarang.

Yaa itulah kenangan singkat saya dengan telepon rumah serta asmara yang menggelitik.πŸ˜‚πŸ˜‚ Sebenarnya kisahnya cukup panjang sih namun bila saya tulis semua bisa 7 hari 7 malam nggak kelar-kelar.😱😳 Dan si Anu bisa nggak ada yang ngelonin, Bisa brabe gw juga.πŸ˜‚πŸ˜‚

Naah mungkin anda juga pernah punya pengalaman dengan telepon rumah atau telepon umum, Atau mungkin karena telepon anda bisa mendapatkan jodoh serta asmara.😱😳 Baik apapun itu tidak ada salahnya untuk berbagi di kolom komentar dibawah ini.



~ THANK ~ YOU ~