Haaalooo!!....Encang Encing, Enyak Babe dilime taneh betawi & sekenanye.....Lebaran kite, Ciieee yang udeh pade bedakan nggak usah sok ngumpet-ngumpet deh luh.😊😊 Palingan juga mau ketemu sianu. 🤣 🤣 Nah kali ini ane mau ngebahas tentang tradisi Rantangan dihari raya Idul Fitri yang boleh dikatakan sudah hampir jarang terjadi lagi yaa, Karena apa???...Heemm!, Mungkin karena sudah banyak parah pendatang di ibu kota yang membuat masyarakat Etnis Betawi tersingkirkan. Makanya tak heran banyak warga Etnis Betawi yang berada di pinggiran ibu kota, Seperti Depok,Tangerang, Dan Bekasi, Mereka bersatu padu masih tetap mempertahankan tradisi seperti ini. Walau hanya di perkampungan saja.

Jadi diera sekarang mungkin trends rantangan mungkin sudah hampir jarang yaa, Akan tetapi selama masa pademi covid 19 mungkin tidak ada salahnya untuk kita berbagi seperti kala era 90,an... Yaa hitung-hitung kita mengenang atau memperbarui trend Rantangan dihari Raya Idul Fitri pada tahun 2020 yang boleh dikatakan cukup berbeda dengan Idul Fitri sebelumnya.

Beberapa penduduk asli perkampungan Betawi masih melakukan tradisi mengirimkan makanan dalam rantang kepada kerabat yang lebih tua, Atau saudara yang terdekat tradisi ini masih berlangsung Tiap Lebaran sambil keliling ke kerabat yang lebih tua, Atau saudara dekat, Kita biasanya bawa rantang isi nasi, daging semur dan kue-kue kala itu.

Biasanya isi antaran dalam rantang, Dimasa sekarang lebih bervariasi. Karena kalau dulu hanya nasi, semur daging, ikan goreng dan kue khas Betawi seperti kembang goyang, tape uli, geplak, dll. Sekarang lebih beragam seperti biskuit kalengan, roti bikinan sendiri atau beli di supermaket, kan lebih praktis. Menurut trend era sekarang meski bagi orang betawi dulu boleh dikatakan kurang Resep.

😊😊 Tradisi Rantangan dihari raya Idul Fitri memang sudah ada turun temurun bagi masyarakat etnis Betawi bahkan sejak zaman kakek nenek buyutnya hingga generasi era sekarang. Bedanya dulu dengan sekarang, sehari sebelum Lebaran sudah ada beberapa warga yang mengantar Rantang, kalau dulu Rantang itu dibawa sambil silaturahmi ke kerabat setelah sholat Ied.

Memang ada pergeseran dalam tradisi ini terutama mengenai isi antaran dan waktu penyerahannya. Pertimbangannya hanya faktor praktis saja. Kalau isi antaran sih malah lebih beragam, tapi kue khas kampung Betawi masih ada yang unik seperti Dodol Betawi, Tape Uli, Wajik dan Geplak itu yang wajib bagi masyarakat Betawi. Untuk waktu pengantaran maju sehari, mungkin supaya saat hari H tinggal silaturahmi saja. Meski terkadang masih ada yang membawa Rantangan setelah lebaran hari ke dua.

Naah!😊😊 Bagi anda yang pernah mengalami lama tinggal di Jakarta atau daerah penyangga ibu kota seperti Depok, Tangerang dan Bekasi. Pasti punya kesan atau kenangan tersendiri dengan tradisi Rantangan, Entah dari makanannya atau kue-kuenya yang sangat berbeda dengan daerah lain. Saya pribadi punya kenangan dengan tradisi Rantangan dihari raya Idul Fitri sewaktu kecil dikota Depok, Yaitu mengantar Rantang ke tetangga berharap dapat dodol khas Betawi dan uang. Yaa karena saya suka sekali dengan dodol Betawi apa lagi duuiittt!!!...Dasar matre luh..

😬 🤣 🤣 🤣 🏃🏃 Karena biasanya di hari Lebaran Jika mengantar Rantangan akan dibalas dengan isi makanan yang berbeda pula dari yang kita antar selain itu orang yang kita antar dengan tradisi Rantangan tak segan-segan untuk memberi uang kepada sang pengantar. Kebayang nggak kalau sekali antar dapat 20 ribu, 10 anteran lumayankan.🤣 🤣 🤣 Karena jarak anternya cuma 300 meter sampai 500 meter paling jauh.

Dan tradisi Rantangan seperti ini sebenarnya tidak hanya bagi etnis Betawi saja, Karena setiap daerah pastinya juga punya tradisi seperti ini cuma penyebutannya saja yang berbeda, Atau mungkin ada juga yang sama. Nah bagi anda yang punya pengalaman unik seperti yang saya tulis diatas tidak ada salahnya untuk berbagi cerita pada kolom komentar dibawah ini.



SAYA SATRIA MWB & KELUARGA MENGUCAPKAN
👇👇





~~💝 THANK ~~ YOU 💝~~