Saya awal mengenal blog atau dunia blogging kisaran tahun 2004. Cuma bukan sudah punya blog yaa, cuma sekedar tahu aja. "Ooh kalau blogger begini, ooh kalau Wordpress begitu". Sampai saya mempunyai blog pada tahun 2007, yaitu Wordpress dan blogger. Sampai akhirnya bosen saya tinggalkan.🤣 🤣

Dan saya ngeblog lagi era tahun 2011 tapi bukan dengan Wordpress atau Blogger melainkan dengan blog ponsel Mywapblog ( Mwb ) yang saat itu sedang viral-viralnya karena bisa ngeblog dengan ponsel berbasis Symbian atau Java. Dengan merk Nokia, Sony Ericsson atau Siemens. Yang nggak ngalamin pasti bingung gimana nulis artikelnya kalau banyak?😁😁 Tetap bisa kok, soalnya saya pernah buat artikel puanjang sampai 2000 kata lho.😁

Hingga Mywapblog tutup alias bangkrut tahun 2016 saya kembali lagi ke blogger dan Wordpress, beruntung saya ada sisa akun blogger tahun 2015, akhirnya saya teruskan kembali. Meski pada saat itu saya ngeblog ogah-ogahan dan biasa saja alias semau gue. Intinya lebih banyak malasnya.🤣 🤣 Hingga tahun 2019 semangat ngeblog saya bangkit kembali, penyebabnya bukan karna punya istri lagi yaa.🤣 🤣 Tetapi karena saya melihat pada saat itu banyak bermunculan blogger-blogger baru baik pria dan wanita. Dan menambah ramai kolom komentar dari para blogger baru tersebut. Dan sejak saat itu saya kembali ngeblog hingga saat ini, walau sempat vakum juga sih selama 2 tahun.😂😁😊

Nah, pertayaannya sekarang apa masih zaman ngeblog diera tahun 2026 ini, hingga dimasa mendatang nanti? "Hayooo!! lho". Dan banyak yang bilang juga. "Emang masih Zaman ngeblog hari gini".🤣 🤣 🤣

Selain itu juga, ada sebagian orang bertanya-tanya: "Apakah blogging sudah mati?" Di era TikTok yang serba cepat dan dominasi konten video pendek, membaca artikel panjang di sebuah blog rasanya mulai dianggap sebagai kegiatan "kuno". Namun, bagi saya pribadi melihat lebih dalam, dunia blogging tidak sedang sekarat, ia hanya sedang berevolusi kok.

Pergeseran format dari catatan harian ke otoritas, dulu blog adalah tempat orang menulis curhatan atau catatan harian. Sekarang, peran tersebut telah diambil alih oleh media sosial. Blog yang bertahan saat ini adalah blog yang berfungsi sebagai sumber informasi terpercaya (niche authority). Meski tidak semua juga yaa.

Orang mungkin melihat hiburan di Instagram, Twitter, Facebook, dan sejenisnya, akan tetapi ketika mereka butuh panduan mendalam tentang 'Cara Mengatasi Masalah Pajak' atau 'Review Mendalam Kamera Mirrorless', serta hal beragam lainnya, mereka akan kembali ke Google dan mencari artikel blog yang komprehensif. Karena keuntungan blog dibandingkan Media Sosiala bagi sebagian orang bisa menjadi alasan mengapa blogging masih memiliki pondasi yang kuat untuk masa depan.

Kepemilikan Konten, di media sosial, anda menyewa lahan. Jika platform tersebut tutup atau algoritma berubah, konten anda bisa hilang. Blog adalah 'rumah pribadi' milik Anda sepenuhnya. Meski bisa berubah juga tetapi tidak mengghilangkan tulisan serta tutorial yang ada buat sebelumnya, bahkan jika blog itu bangkrut seperti Mywapblog itupun ada masih diberi kesempatan untuk mem-back-upnya.

Ramah SEO (Search Engine Optimization). Artikel blog tetap menjadi cara terbaik untuk muncul di hasil pencarian Google. Video memang mulai muncul di hasil pencarian, tetapi teks tetap menjadi indeks utama informasi. Kedalaman Informasi, Video 60 detik tidak akan pernah bisa menandingi detail dari artikel 2.000 kata yang dilengkapi dengan data dan tutorial langkah-demi-langkah.😁😁

Tantangan baru lainnya adalah Kecerdasan Buatan (AI) Munculnya AI seperti ChatGPT memang menjadi tantangan besar. Banyak orang kini bertanya langsung ke AI daripada mencari di blog. Namun, AI memiliki keterbatasan: kurangnya pengalaman manusia (Human Experience).

Jadi dimasa depan, blog yang hanya berisi informasi umum akan digantikan oleh AI. Namun, blog yang berisi opini personal, pengalaman nyata, dan sentuhan emosional manusia akan jauh lebih berharga lho. Masa depan blogging, Multichannel Blogging, di masa depan tidak bisa berdiri sendiri. Blogger sukses masa depan adalah mereka yang menggabungkan teks dengan elemen lain.

Newsletter mengirimkan konten langsung ke email pembaca. Micro-blogging. Menggunakan media sosial sebagai pintu masuk (teaser) menuju artikel blog yang lebih lengkap, dan Konten Berbasis data menyajikan informasi unik yang tidak bisa dibuat secara otomatis oleh bot.

Kemungkinan menurut saya dunia blogging tetap akan bertahan, namun standarnya akan jauh lebih tinggi. Karena tetap menawarkan keahlian unik, personalitas, dan solusi nyata akan tetap menjadi bagian penting dari ekosistem internet. Perlu diingat lagi sebenarnya blogging tidak mati, ia hanya sedang menyaring siapa yang benar-benar ahli dan profesional atau tetap bertahan disegala era teknologi yang terus semakin cepat berubah.

Nah bagaimana dengan anda masih setia menjadi seorang blogger? Atau sudah bosen karena penghasilan menjadi blogger era sekarang tidak bisa membuat anda kaya? Yaa bagi saya itu semua terserah dengan anda juga kok.😁😁

Atau anda yang lainnya masih ingin bertahan karena dunia blogging lebih enak buat tulisan curhatan ketimbang Facebook, Twitter, atau Instagram. Meski curhat lebih baik yaa ketuhan atau sama pasangan atau keluarga anda, itu kalau saya sih, jika anda hobi nulis curhatan diblog yang itu juga hak anda kok, jadi jangan diambil pusing nikmati saja dan bawa santai.😁😁




~ THANK ~ YOU ~