Selama berada dikota Meksiko dan sudah hampir 3 tahun lebih Khanif menggeluti usaha ayam gila dan Quesadilla, dirinya tak pernah ada masalah. Baik usaha dan kehidupannya boleh dikatakan lancar-lancar saja. Akan tetapi dalam urusan asmara Khanif tidak seberuntung orang-orang disekitarnya, serta temannya.

Sejak dikecewakan oleh kekasihnya yang bernama Asmirondoh, sejak itu pula Khanif bersumpah tidak akan mau mengenal wanita lagi, terlebih untuk menikah. Dan atas kejadian itu pula Khanif lebih fokus pada usahanya, selain itu iapun memanfaatkan waktu yang tersisa untuk kursus menjadi seorang koki. Dengan begitu ia lebih bisa fokus untuk melupakan Asmirondo.

Apa yang terjadi dengan Khanif sudah barang tentu berbeda dengan Agus teman kerjanya, semenjak ikut serta bersama Khanif dikota Meksiko Agus lebih sering mendekati diri kepada Allah.S,W,T. Waktu yang tersisa selalu Agus manfaatkan untuk berdzikir, selain itu iapun lebih banyak beramal sholeh dan memberi sedekah kepada fakir miskin. Tak heran setahun lebih bekerja di Meksiko Agus sudah bisa menunaikan rukun islam yang ke 5 yaitu ibadah haji, meski begitu Aguspun tidak pernah sombong dan selalu murah senyum kepada siapa saja.

Hari berganti cuaca berubah daun-daun tetap tumbuh, kata hatiku pun tak pernah berubah... Eehh, lagu Slank itu mah Yee..🤣 🤣 🤣 🤣 🤣

Kita lanjut..😁😁 Meski sudah lama berada dikota Meksiko bukan berarti Khanif dan Agus melupakan kampung halamannya, hari ini meski lebaran masih jauh, Khanif dan Agus memutuskan untuk pulang kekampung halamannya selama beberapa minggu. Akhirnya setelah berembuk dengan bapak Tanza selaku pimpinan, akhirnya Khanif dan Agus diberi izin untuk pulang kekampung halamannya.

Singkat cerita Khanif dan Agus kini sudah didalam sebuah pesawat Elang Air tujuan pulau Jawa. Keduanya nampak senang melihat pemandangan alam dari atas pesawat Elang Air, dan keduanya pun mengambil gambar pemandangan awan dari atas ketinggian 3000 kaki dengan ponsel Xiaomi 13 promaxnya. Kesenangan mereka sedikit terhenti, karena entah mengapa pada saat itu Khanif mendadak lapar berhubung karena sudah siang akhirnya para pramugari mempersilahkan Khanif untuk makan.

Sambil menikmati sayur Jengkol dan daging steak Khanifpun mencoba menawarkan apa yang ia makan kepada Agus... "Gus kenape luh nggak makan, enak lho sayur Jengkolnye, terlebih daging steaknye mantap Gus, dan kata pramugari yang seksi itu, daging steak ini daging paling mahal yang ada didunie ini".

"Oiya Nif, tapi makanlah Nif gue masih kenyang nanti kalau lapar pasti gue akan makan"... Jawab Agus sambil terus mengarahkan kamera ponselnya ke pemandangan awan biru.

"Suer lho Gus, ini daging enak banget sayang sekali kalau luh sampe nggak menikmatinya"... Balasnya kembali, meski Agus tidak memperdulikannya lagi.

Akhirnya pesawatpun tiba dibandara, sesampainya diruang tunggu Agus melihat istri tercintanya sudah menunggu berserta beberapa sanak saudara. Sejenak Aguspun melepaskan kerinduannya kepada istrinya sambil memeluk dan menciuminya dengan mesra. Berbeda dengan Khanif yang hanya berdiri mematung sendiri, hingga akhirnya Aguspun bertanya kepada Khanif.

"Lho Nif tidakkah ada kekasih atau calon istri luh yang menjemput".

"Nggak useh nyindir deh Gus, luh tahukan gue lagi anti sama yang begituan".

"Wah sayang seribu sayang Nif, padahal kekasih atau calon istri itu daging yang paling enak didunia ini lho, bahkan daging yang luh makan tadi masih kaleh nikmatnye Nif"... Balas Agus sambil terkekeh.

Mendapati hal itu Khanifpun nampak cemberut, akhirnya ia pergi menjauhi Agus untuk mencari taksi dan meluncur pulang kerumahnya yang hampir beberapa tahun ia tinggalkan.



~ THE~END ~