Namaku Bhewoks



Kali ini saya akan curhat tentang bhewok yang ada pada wajah saya, untuk sebagian orang yang mengenal saya tidak begitu jauh tentunya tidak akan menyangka jika saya punya kumis dan bhewok, karena sejak lulus Smk saya hampir setiap hari rajin cukur kumis dan bhewok secara halus, kadang disalon kadang dirumah kalau ada waktu luang.

Dan jika saya mau jujur sebenarnya saya paling tidak suka kumisan atau bhewokan, Taappii.. Fakta yang ada tetap harus saya terima.

Meski ada sebagian orang bangga punya kumis dan bhewok, agar terlihat keren. Tapi tidak bagi saya.

Lalu kenapa tidak suka dengan kumis dan bhewok? Ceritanya begini.👇

Sewaktu kecil saat usia saya masih 6 tahun tante dan om saya sering meledek saya dengan berkata, "Pipi dan dagu kamu kok banyak bulu-bulu halus nanti lama-lama bisa panjang dan jadi seram kayak Genderuwo".. Mendengar hal itu saya panik dan teramat sangat takut, meski terkadang orang tua saya memberi penjelasan kepada saya, semua itu bohong.

Namun entah mengapa setelah diyakinkan oleh kedua orang tua saya, tetap saja masih kepikiran terus terlebih jika saya bercermin memang wajah saya nampak jelas bulu-bulu halus dipipi.

Sampai saya memasuki usia Smp bulu-bulu halus itu sudah mulai nampak lebih terlihat, ditambah lagi usia segitu saya lagi senang-senangnya nongkrong bersama teman-teman, baik teman sekolah teman lingkungan dan teman dari luar lingkungan.

Sialnya sewaktu saya dan teman-teman berkumpul sering membahas tentang sebuah nama samaran, jadi saya dan teman-teman sepakat membuat nama samaran, dan nama itu dipakai untuk panggilan sehari-hari. Bermula dari teman saya yang memiliki mata agak sipit sebelah, dan kami sepakat menamainya dengan sebutan 'PICE', dan teman saya yang hobi main burung Peking sejak kecil iapun dinamai dengan si 'PEKING'

Sampai pada giliran saya, pada saat itu saya ingin membuat nama samaran dengan sebutan 'REGA' namun semua teman-teman saya nampak tertawa, sambil berkata "Huu mau keren sendiri". Sorak temab-teman saya, sampai ada seseorang yang melihat wajah saya penuh dengan bulu halus iapun langsung berkarta.

"Nah buat luh nama 'BHEWOKs' kayanya cocok nih", mendengar hal itu saya pun tidak terima dan minta mengganti dengan nama lain. Taappii.. Semua teman saya lebih setuju dengan nama Bhewok dan mereka justru menganggap jika nanti saya masuk Smk dan kuliah bhewok itu akan tumbuh lebat dan terlihat keren. Apapun yang teman saya katakan saya tetap tidak terima dengan nama tersebut.

Namun apa mau dikata sekuat apapun saya protes sepertinya nama itu serasa kuat menempel pada diri saya, meski saya berpikir masih mending sih nama Bhewok ketimbang teman saya lainnya ada yang dipanggil si 'BOLONG' karena setiap mau nongkrong sama teman-teman ia selalu memakai celana pendek dan terkadang celana dalamnya selalu terlihat bolong.

Tetapi meski begitu saya tetap kesal dan tidak suka dipanggil Bhewok, namun masalahnya jika saya menghindar saya tidak punya teman, cuma karena sebuah nama, dan apalah arti sebuah nama.

Sampai pada akhirnya saya masuk Smk dan kuliah nama Bhewok kian tenar, meski terkadang dalam hati kecil saya tetap tidak suka dengan nama tersebut yang terkesan brutal, meski faktanya selama saya sekolah Smk juga sudah berkelakuan brutal.🤣 🤣

Sejak itu pula dari mulai saya Smk sampai kuliah saya rajin mencukur kumis dan jenggot serta bhewok saya serapih dan sehalus mungkin, karena jika orang tak mengenal saya mereka mengira muka saya bersih tanpa kumis dan Bhewok. Walaupun nama panggilan Bhewok tetap selalu melekat pada diri saya.

Akhirnya setelah saya bekerja dan jarang bertemu teman sekolah lagi dan waktu berkumpul juga sudah jarang. Perlahan saya mengganti nama Bhewok ke Satria, karena pada saat itu saya lebih sering bertemu orang baru. Kini perlahan nama Bhewok mulai tergeser dan berganti menjadi Satria.

Meski nama Satria kian tenar, atau setara dengan nama Bhewok, tetapi jika bertemu dengan teman sekolah dan teman nongkrong, saya harus tetap rela dan ikhlas jika kembali lagi dipanggil dengan sebutan Bhewoks.

Demikianlah cerita dari saya tentang sebuah nama, dan dalam hal ini saya bukan tidak bersyukur apa yang telah diberikan oleh tuhan. Tetapi saya hanya cuma ingin terlihat rapih dan memang tidak menyukai kumis dan bhewok serta jenggot, Meskipun faktanya kumis, bhewok serta jenggot ada pada diri saya, sayapun tetap ikhlas terima itu semua.

Nah, anda punya pengalaman atau cerita yang sama tentang, bhewok, kumis atau jenggot? Jika mau bisa berkomentar dibawah ini.👇







~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar