Mengenang Bus Tingkat Era 90,an & Asmara


Ilustrasi gambar by : Club.iyaa.com


Yang merasa generasi 90,an dan pernah lama menetap diJakarta, haayooo!! siapa ngaku?? Nggak usah pada ngumpet gitu kali..Ketawan yaa luuhh sudah bukan Abg lagi. Dan nggak usah ngaku-ngaku masih muda, Terlebih bila pernah naik angkutan bus tingkat PPD seperti gambar diatas 😂😂😂 Naahh kan sudah jadi kakek-kakek atau nenek-nenek jangan-jangan.😱😂😂 Sudah ngaku saja..😄



Ok kali ini saya punya sedikit kenangan manis dengan bus tingkat era 90,an tersebut. Dan kalau dipikir-pikir sebenarnya kangen juga sih dengan masa-masa 90,an. Kala bus tingkat PPD masih marak dikota jakarta.

Eehh! tapi ngomong-ngomong umur admin blog ini berapa memang sampai bisa masuk era 90,an..😱😱 Umur saya 17 tahun sekarang ini, Meski dikalihkan yaa tetap 17 tahun..😂😂😂...Haaahaaa Suueee!.😂

Ok kita lanjut ke topik bus tingkat PPD yang katanya bikin Jakarta ngetren kala itu. Begitupun saya pribadi rasanya ingin kembali ada bus tingkat seperti era 90,an dan sayang banget yaa bus tingkat harus dihapuskan..😭😭

Padahal bus tingkat itu punya sejarah manis buat saya pribadi. Bahkan saya memberi julukan Bus Asmara..😱😱 Ciieee lebay luuh min...Preetss! 😂😂

Yaa berawal waktu saya masih Smp dan lupa mengerjakan PR, Tak mau ambil pusing saya memilih bolos sekolah. Begitu pun dengan teman satu kelas saya ia pun memilih bolos tak ubahnya seperti saya. Dan karena letak sekolah saya di kota Depok jadi untuk ke kota Jakarta tidak membutuhkan waktu lama dalam hitungan detik saya pun sudah sampai di Jakarta.



Dengan membawa uang tabungan yang ada sayapun menuju pasar baru jakarta pusat dengan menaiki kereta api. Seperti tiada beban sayapun sangat senang dan menikmati perjalanan yang begitu indah.😱😱 Bolos bangga luuh..Suuee!.😂😂

Setelah bosan ajak-ijik dipasar baru jakarta saya pun lanjut ke stasiun Jakarta Kota ( Dahulu stasiun Beos namanya ) Dan sampai disana saya makin senang karena bisa berbelanja apa yang saya inginkan. Karena daerah stasiun kota jakarta terkenal dengan yang namanya pusat grosir termurah dijakarta, Bahkan sampai sekarang. Seperti contoh pasar pagi dan pusat Harco Glodok.

Setelah puas berjalan-jalan ke Pasar Pagi dan Harco Glodok saya pun singgah ditoko buku, tetapi bukan untuk mencari buku pelajaran melainkan mencari komik dan majalah serta TTS. 😱😉😂 di toko tersebut ternyata banyak juga anak-anak Smp seusia dengan saya. Dan singkat cerita saya pun mendapatkan kenalan wanita yang masih anak Smp juga. Selidik punya selidik ternyata ia tak ubahnya dengan saya bolos sekolah hanya untuk main dan jalan-jalan.

Namanya Nia...Ia bersekolah, Dan tinggal dikawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Karena sama-sama jujur bolos sekolah akhirnya ia memilih Harco Glodok sebagai tempat ia bermain, Karena cukup jauh dari rumah serta sekolah.

Akhirnya kami berdua semakin akrab bicara ngalor ngidul dari pelajaran hingga hal lainya. Namun sedang asiknya saya berdua dengan Nia. Teman sekelas saya mengajak pulang, Saya merasa bimbang dan masih ingin berlama-lama ditempat itu. Karena waktu masih jam setengah dua siang. Terlalu cepat bagi saya untuk pulang kerumah.

Karena tak ingin memaksa akhirnya teman sekelas saya memilih pulang duluan. Meski seorang diri saya tetap PD bahkan berani mengantar Kenalan saya yang bernama Nia untuk pulang kerumahnya dikawasan Tanah Abang Jakarta Pusat. Setelah puas mengobrol dengan Nia saya pun akhirnya menepati janji saya untuk mengantarnya pulang.





Bah dua sejoli yang sedang memadu kasih saya pun dengan berani menggandeng tangan Nia. Dan seperti ia pun tidak keberatan...Ciieee aahh masa!! Preettlaahh!!..😂😂 Nia pun menujuk sebuah bus tingkat PPD jurusan BlokM - Kota..Dan katanya bila naik bus itu bisa langsung melawati arah ia pulang yaitu kawasan Tanah Abang.

Dari Nia pula saya merasakan yang namanya naik bus tingkat PPD😉😄 Setelah saya dan Nia berada dalam Bus, saya pun langsung mengajak Nia ketangga atas untuk duduk didepan. Agar dapat menikmati indahnya panorama sore kota Jakarta.

Bus pun melaju dengan perlahan menuju arah Blok.M, Saya pun kian lengket dengan Nia. Masih seperti biasa salin ngobrol ngalor ngidul dan bercanda riang gembira, Sambil sesekali membuka kaca jendela bus agar dapat mendapatkan angin segar. Karena bus tidak ber Ac, tarifnya pun murah hanya Rp.150 perak untuk satu orang penumpang. Itu tarif untuk pelajar sedangkan orang dewasa berkisar Rp350 perak, Itu duluuu!! Toongg!!..😂😂 kalau seandainya sekarang mungkin antara Rp.5000 sampai 4500. Karena Non AC, Yaa beda tipis sama Bus Way era sekarang.

Waktu terus berjalan, Setengah jam berlalu akhirnya saya dan Nia sampai dikawasan bundaran Hotel Indonesia Thamrin Jakarta Pusat. Akhirnya kami berduapun turun dari bus tingkat tersebut. Setelah berada dihalte kami pun menaiki tangga penyebrangan. Saya dan Nia terus melangkah menuju arah Jl. Kebon kacang. Rumah Nia pun tidak jauh dari bunderan hotel indonesia. Hanya membutuhkan waktu setengah jam berjalan kaki.

Seperti tak merasa kelelahan saya terus mengantar Nia sampai depan rumahnya. Ia tinggal dirumah susun kawasan kebon kacang, Tanah Abang Jakarta pusat. Setelah Nia saya antar sampai depan rumahnya saya pun memilih pamit karena hari sudah sore. Meski berat meninggalkan Nia. Enak tidak enak akhirnya saya kembali ke Halte bus untuk selanjutnya pulang kerumah.

Sejak saat itu saya sering membuat janji kepada Nia untuk bertemu. Terkadang kami pun sering melakukan bolos bersama demi ingin menaiki bus tingkat. Dan saya dan Nia pun sering bergonta-ganti jurusan bus tingkat. Bahkan saya pernah mengajak Nia keAncol untuk sekedar menikmati pemandangan laut dikawasan Ancol Jakarta Utara.

Hari terus berganti dan waktu terus berjalan hingga saya lulus smp dan berniat melanjutkan sekolah di Jakarta. Dengan gembira saya pun akan memberi kabar kepada Nia. Dihari minggu pagi saya pun segera menuju kerumahnya untuk memberi kabar sekaligus akan mengajak Nia jalan-jalan dengan menaiki bus tingkat PPD.

Setelah sampai dirumahnya saya pun agak sedikit bingung. Karena penghuni rumah susun tersebut sudah berganti orang. Dan tidak ada Nia disana.? 😱😱 Setelah saya bertanya detail penghuni rumah susun itu hanya berkata bahwa Nia dan keluarganya sudah pindah sejak seminggu yang lalu. Karena saya tak percaya akhirnya saya tanya tetangga-tetangga yang berdekatan dengan rumah Nia.

Jawabnya tetap sama, Hanya berkata Nia sudah Pindah ikut orang tuanya ke negri jiran Malaysia. Tubuh saya pun serasa lemas dan tidak bisa berbuat banyak, Dengan langkah gontai saya pun hanya bisa pasrah lalu meninggalkan kawasan rumah susun tersebut menuju halte bus dimana dihari-hari sebelumnya menjadi tempat pertemuan saya dan Nia. Dan kini semua cuma tinggal kenangan...😱😭😭😭😭 Kasiiihhhaaannn deh luuhh!!..😢😢

Seperti ada yang hilang dari kehidupan saya akhirnya saya kembali menaiki bus tingkat dengan tujuan yang tidak jelas sambil bersedih hati. Bahkan saya pun kerap berganti route bus tingkat ke bus tingkat lainya. Hingga saya jenuh serta kecewa, Tetapi saya pribadi tidak menyalahkan Nia. Karena sejak awal bertemu hingga berpisah saya tidak pernah mengutarakan cinta terhadapnya. Dengan alasan malu...Blooonnn luuhhh!!..😰😰

Namun apapun itu kehidupan terus berjalan hingga saya melanjutkan sekolah di Jakarta tetap tidak pernah ada kabar dari Nia. Setahun pun berlalu dengan kandasnya cinta monyet saya dikala Smp, Ternyata bus tingkat berjenis PPD pun mengakhiri trayeknya. Bus tersebut pernah melakukan peremajaan akan tetapi tidak lama era tahun 1995 sampai 1996 bus tingkat jenis PPD pun tidak beroperasi selamanya hingga sekarang.

Trayek bus berakhir Cinta saya pun lebih dulu berakhir....KAAAASSIIIAAANNN!!!..Mewek2 dech luuhh persis bemper bus tingkat dan knalpotnya yang berasap hitam ngebul...😂😂😂 Emang eeenaakkk!!..Kenapa tidak pacaran saja sama bus tingkat...??😱😱

SUUUUUUEEEEE!!..😬😭😭


Bila kau seorang diri ku ingin menemani

Walau kau seorang diri janganlah bersedih nyanyikan saja lagu tentang hari yang indah

Bukannya lagu tentang engkau dan aku.



Lagiii2...Kaaassiiihaaannn!!..😂😂😂



Nah gambar diatas adalah sebuah bus tingkat PPD terakhir era tahun 1995 dan 1996. Bermerk VOLVO AILSA made in Swedia. Terakhir beroperasi jurusan Pasar Senen - Blok-M...Dan Blok-M -Kota... Meski pada akhirnya pertengahan era 1996 Kota Jakarta sudah tidak ada lagi yang namanya bus tingkat. Dengan alasan kemacetan Kota Jakarta semakin parah jadi bus tingkat tidak bisa bermanuver dengan baik.

Bukan hanya itu saja biaya service bus itu pun terbilang tinggi ditambah seperpart yang sudah langkah. Bahkan sakin macetnya Kota Jakarta bus tingkat pun kerap sepi penumpang karena berjalan lambat. Ditambah lagi seringnya terjadi penodongan dilantai bus paling atas kala sore dan malam harinya. Ternyata bus Volvo ini senasib dengan cinta monyet saya yang kadas pula.😩😭😭



Gambar by : Liputan6

Dan Gambar terakhir adalah bus tingkat pertama era tahun 1968 - 1982. Made in England ( Inggris ) Yang bernama LEYLAND TITAN

Hingga masanya berakhir era tahun 1982 LEYLAND tetap melakukan peremajaan dari era 1983 - sampai 1988. Dan berganti nama menjadi LEYLAND ATLANTEA. Namun dari kedua bus tersebut saya tidak mengalaminya karena masih kecil dan imut-imut kalah itu..😄😄

Nah demikianlah edisi mengenang Asmara dan Bus tingkat era 90,an. Mungkin anda punya cerita seperti saya tentang asmara dan bus, Baik meski berbeda mungkin bisa memberikan di kolam komentar secara singkat atau mungkin padat.



~ THANKS ~ YOU ~


Posting Komentar

112 Komentar

  1. Tahun 95 saya masih sempat naik dari arah Pramuka ke Kwitang. Tapi gak lama, tau2 ilang tu bis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa betul mas ...arah pramuka sama Kwitang itu sepi penumpang mungkin itu penyebab bus berhenti operasi..😄😄

      Hapus
    2. wah sejarah 90an
      saya dulu pernah naik mas, waktu itu dari serpon tanggerang ke kalideres, nggak tahu ya saat masih ada nggak, mungkn sudah pada di perbarui

      Hapus
    3. Sekarang busnya sudah tidak beroperasi lagi mas...Sudah Jadul dan ganti ke Bus Way..😄😄

      Hapus
  2. Oh pernah ada ya Bus tingkat di Jakarta, aku cuma pernah lihat di film India aja. Btw mengenang Bus atau Nia nih, kurasa Nia tak tahan akhirnya kabur ke Malaysia wkwk

    BalasHapus
  3. Owh, teringat sama Nia nih ceritanya kalo liat bis tingkat itu.😃

    Tapi Nia udah pulang kok ke Indonesia dan jadi artis. Tuh Nia Ramadhani dan Nia Daniaty...😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nia Zurkarnain ..
      Dan Niiaaa2 lainya..Haahaaa Suueee!!.😂😂

      Hapus
    2. Nia Zurkarnain ..
      Dan Niiaaa2 lainya..Haahaaa Suueee!!.😂😂

      Hapus
    3. Nia Satriani kok ga dihitung juga kang..😂

      Hapus
  4. Saya juga anak 90 an ni hahahha
    Wah enak ya di kota, sy kebetulan kecilnya di luar jakarta jadi baru sempat safari jkt kayak pasar baru, kota tua glodog ya pas udah kerja

    Klo naik bis tingkat blom pernah sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama kok kaya naik bus biasa..cuma bus tingkat lebih tinggi aja..jadi lihat pemandangan serasa lebih leluasa..😄😄

      Hapus
  5. Eh, mas..teman yg duduk dibelakangsaya dikantor, dulu dapat jodohnya ya gitu. Ketemu di bis. Sekarang anaknya sudah dua. Gede gede. Siapa tahu kalau jodoh, mbak nia akan kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!! Betul mbak dan bikin kenangan versi baru lagi..Judulnya Bus Way Asmara..😂😂

      Hapus
  6. Jadi sedih dengan kisah Nia dan bus tingkat PPD... terus sekarang bagaimana? akankah Nia berikutnya hadir lagi dengan kereta MRT Jakarta...??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kali yee!!...Jadi judulnya cinta bersemi kembali diMRT..😂😂😂

      Hapus
  7. Kalau masih ada saya masih mau naik itu...ditingkat kedua nampak asik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas unik aja deh pokoknya..ada diatas bus tingkat..😄😄

      Hapus
  8. Apa bedanya naik bis tingkat sama bis biasa dan ini mengenang bis tingkat atau mengenang Nia? hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap Bedalah..kan double Decker..Bis biasa nggak double..😂😂

      Mengenang dua2nya kalii..😂😂😂

      Hapus
    2. Cuma beda di dobel deckernya aja kah selain itu ngga ada ya?

      Tapi sepertinya lebih berat ke mengenang Nia dah.. 😁

      Hapus
    3. Haahaaa!! Suueeee!!..😂😂

      Hapus
  9. wah tahun 90 ane masih balita gan, belum berani naik bus sendirian, apalagi bus tingkat hehehe :D
    sekarang sepertinya mulau ada bus tingkat lagi gan di jakarta, jadi penasaran pengen cobain gan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bus tingkat udah nggak ada gantinya Bus Way sama MRT...

      Bus tingkat gratisan adanya dimonas ..Jadi kalau mau naik gratis harus kemonas dulu..Baru bisa naik bus tingkat versi Tour keliling Jakarta gratis..😄😄

      Hapus
    2. wah asyik juga ya gan naik bus gratis dan bisa keliling getu ya, tapi tempat nya jauh juga ya ke monas dulu, mungkin nunggu kalau ada acara rekreasi kesana ya biar bisa naik bus tingkat :D

      Hapus
  10. wah,,,, saya belum pernah naik bis itu om,
    btw kirain agan sejak SMP pemburu rondo, ternyata suka yang gk rondo juga,, wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaahaaa!! Suuueee..😂😂 waktu smp belum doyan Rongdo gw..😂😂😂 Beraninya lihatin doang..😂😂

      Hapus
    2. wkwkw,,, skrg ganas ya om? dulu berani liat doank, skrg asal di lihat sama rondo langsung "action" wkwkwkw

      Hapus
    3. Haaahaaa!!...Suueee!!..😂😂 Iyee kali yee!..😂😂😂😂

      Hapus
  11. Saya cuma berharap Nia baca tulisan ini. Siapa tahu kan nyasar lagi searching gi gugel eh ketemunya ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul juga yaa sob...Terus buat kenangan baru lagi yaa!..😂😂

      Hapus
  12. Asyik nih ceritanya, serasa kayak di film

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film India apa film layar tancap mas budi..😄😄

      Hapus
    2. Kayaknya sih mirip film india, cuma gak ada lagunya

      Hapus
    3. Haahaa!!..suuee!!..😂😂

      Hapus
    4. Coba waktu itu nia di ajak nyanyi sambil goyang india, dg lagu koy mil gaya, atau kuch kuch hota hai, pasti kenanganya lebih seru

      Hapus
  13. Mantap yaa bis jaman baheula.. jujur saya ga pernah nemuin soalnya tahun 90 an saya baru lahir kedunia ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak vika ...Bagusan bus dulu dibanding bus sekarang. 😄😄

      Hapus
  14. Tahun 98 terakhir saya naik bis tingkat jurusan senen-blok m trus duduknya diatasa duh seneng banget, btw klo naik bis teringat nia dong ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa teringat waktu ditinggalin..😭😭😭😭

      Hapus
  15. aduh bang, mengenaskan sekali nasib cinta monyetmu. itu nama lengkapnya nia ramadhani atau nia daniati? :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. 😭😭 Namanya NIA BUS TINGKAT AJA DAAHH..😂😂😂😂

      Hapus
  16. wakakakakak, ngakak baca komen2nya, kenapa pula ada nama Nia Daniati? serius nih ama Nia daniaty? hahaha

    Saya kok jadi mengenang masa lalu ya, bukan mengenang naik bus, tapi mengenang masa remaja yang gak pernah punya pacar.
    Lalu menghayal seandainya punya pacar wakakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lhaa masih mending mengkhayal pengen punya pacar...😄😄

      Ketimbang punya pacar dan kenangan ditinggal pergi sama saja...😂😂😂😂😭😭😭😭😭😭

      Hapus
    2. waakakakakakaka, sumpah ngakak.
      Btw pengalaman nya kayaknya kok lucu semua ya, eh maksudnya bisa dikemas dengan lucu, bisa nih jadi tema blog ini.

      Mengelola kenangan dalam komedi, atau menertawakan masa lalu :D

      Hapus
  17. saya sering naik waktu kuliah dulu bang, kalau tujuan dah dekat kita jalan kalau duduknya di atas, padahal bus nggak berhenti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngompreng berarti itu bang..😄😄

      Hapus
    2. ya bus masih jalan kita sudah berdiri karena kalau pas tiba di tujuan baru tinggalkan kursi sering ketinggalan jadi deh lanjut lagi naik busnya

      Hapus
  18. Wah..di Jogja ga ada bus tingkat, adanya yang ga tingkat. Jadi ga bisa punya cerita seperti yang dikisahkan deh...he3..btw penasaran dengan Nia, mgkn di negeri jiran sana, dia sedang membayangkan hal yang sama..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!! Bisa iya bisa juga sudah punya gebetan baru..😱😭😭😄

      Tetapi mungkin ia sudah lupa dengan saya..😩😩

      Hapus
  19. Wah, saya baru lihat bus yang seperti ini, kelihatannya sih kuno mas ya, tapi tidak disangka ternyata buatan england,luar biasa, buatan inggris jaman dulu dudah dipaksi di indonesia, suatu kebangaan bisa melihat masa lalu bus indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas kuanyu bus Dijakarta tempo dulu lebih kuat dan awet ketimbang bus sekarang keren tapi kopong..😄😄

      Hapus
    2. Kalau anak ABG jaman dulu kira-kira sekarang covoknya di sebut anak apa ya,...he-he,.. ABT mungkin ya alias anak baru tua 😁

      Hapus
    3. ABG juga...Cuma beda sebutan ( Angkatan Babeh Gw ) 😂😂😂

      Hapus
  20. Jadi merasa tua, nih. Saya dulu pernah naik bus tingkat jurusan Senen - Blok M.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!! Berarti kita senasib yaa sama tuwir..😂😂😂😂

      Hapus
  21. Ini pas saya baru lahir nih pastinya. Ternyata saya masih muda toh. Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!!😂😂 Massa sih..??😄😄

      Hapus
    2. saya kentara tuanya sudah kuliah pas bus ginian ada

      Hapus
    3. Haahaaa!!...ABG yang bang ( Angkatan Babeh Gw )...😂😂😂

      Hapus
  22. ini jaman aku tk-sd masih ada di jakarta nih... kalo ada lagi sekarang mungkin seru ya, lumayan soalnya seingetku bisnya muat banyak hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaahaaa betul ...Meski jadul tetap ngetren era 90,an..heeheee!!

      Hapus
  23. jaman sudah berubah ya gan, apalagi teknologi sekarang tambah maju, tapi kadang kita merindukan suasana kehidupan yang dulu, adem ayem tanpa beban :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul setiap zaman atau massa yang setiap orang alami pastinya punya bermacam-macam kenangan tersendiri..😄😄

      Hapus
  24. semarang tidak ada bus tingkat kayak di jakarta tahun 90an. dulu cuma terkenal dengan bus damri tua dengan ukuran yang besar. kadang penuh dengan para pedagang yang akan berjualan di passar johar semarang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meski tidak Tingkat bus Damri juga selepel dengan dengan bus tingkat PPD..😄😄

      Hapus
  25. Ternyata bus tingkat PPD menyimpan banyak kenangan asmaranya mas Satria,...saya ingin dengar kelanjutan ceritanya apa ada kenangan asmara di Bajaj juga ya hehehe

    BalasHapus
  26. Haahaaa Rencananya mungkin Asmara dibecak kali mas..😂😂😂

    BalasHapus
  27. aak iyaa.. pernah liat bis tingkat itu, tapi ku belum pernah naik. eh sekarang udah gak ada yaa..
    untung udah gak ada sih, jadi mas satria bisa move on sama nia..

    coba kalo masih ada itu bus tingkat, bisa-bisa kebayang nia terus.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!!😂😂 bisa juga begitu yaa mbak THYA..😄😄

      Hapus
  28. wah ternyata bus tingkat ini ada cerita cinta nya juga ya, pantas saja sepertinya bahagia sekali menceritakan nya kembali serasa sedang ber nostal gila ya gan :D

    BalasHapus
  29. Aku belum pernah sob haduh penasaran jg naik nya 😃
    Aku cm pernah naik bus yang moncong depan mirip bus india palingan hehe

    BalasHapus
  30. belom pernah sama sekali nih naek bis kayakl gitu an wkkwk

    BalasHapus
  31. di malaysia, era 90an tak banyak double decker bus. ia banyak digunakan sebagai bus express. tapi bila ia lalu di jalan raya, orang ramai pasti terpegun. kalau dapat menaikinya, rasa macam seperti dapat naik flight hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti sama kaya di indonesia yee!...Double Decker lebih dominan ke bus Express wisata bukan bus Umum..😄😄

      Meski terkadang ada selalu ingin bus Double Decker menjadi kendaraan umum kembali..Meski faktanya tak terwujud.😄😄😄

      Hapus
  32. Saya lahir tahun 92, pas waktu kecil sering liat sih mobil bertingkat ini kalo lagi ke Jakarta tapi gak pernah naik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heehee!! Intinya tetap mengalami sob..😄😄

      Hapus
    2. Heehee!! Intinya tetap mengalami sob..😄😄

      Hapus
  33. Kalau bus tingkat, saya belum pernah. Tapi kalau naik Sudako sudah pernah mas, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaa!!..😂😂 ok deh Risdal..😄😐

      Hapus
    2. Sudako apaan mas ridsal xixixi aku g tau😃
      Bus tingkatpun aku blum pernah

      Hapus
    3. @satria mwb: sama-sama bang
      @sopyan nc: kendaraan kota medan jaman dulu bang. Asapnya tu banyak kali, gitu juga suaranya. Haha, sama kita mas..

      Hapus
  34. Ih nia, nia . Teganya kau ke negeri jiran tanpa memberi kabar. Kalau pasar baru, saya dulu sering main kesitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mas djangkaru mending dulu ramai tanpa polusi...Sekarang pasar baru nggak semenarik dulu menurut saya..😄😄

      Hapus
  35. Eeeeeh ..
    Kok bandel ya ternyata ..., ngebolos sekolah demi pengin naik bus tingkat wwwwkkk 😅

    Toooosss kalo gitu, kita samaan pernah ngalamin naik bus tingkat 🖐
    Meski baru beberakali sih naikinnya, karena keburu digudangkan.

    Tentang umur ... kita tooooos lagiiii ..
    Kita tetap sama, 17 tahunan ...
    Wwwwkkk 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahaaaa!!! Betul mas himawant..😄😄😂

      Umur kita 17 tahun...Tapi Versi berapa yaa!!..😂😂😂😂

      Hapus
    2. Versi android Marshmallow, maaas ... 😅

      Biar kliatan mudaan dikit getoooh .. 🤣

      Hapus
    3. kenapa nggak Versi Pie aja biar berkesan ABG Full..Haahaaaa..😂😂😂

      Hapus
  36. asyik banget yach pengalaman Mas, dari bolos, ketemu cewek idaman, lalu di pergi dan kerinduan pun menghampiri hati, :)

    saya jadi ingt masa sekolah, karena suka bolos juga, apalagi pelajaran yang notabenenya ngak kemakan di otak, biasanya sich pura2 sakit biar ngk masuk sekolah,hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin efek bolos kali yaa kang Nata jadi ditinggal pergi..😂😂

      Betul mas zaman sekolah pelajaran nggak masuk otak...Solusi Jitu dan menyenangkan adalah Membolos dan jalan2 asal nggak ketawan juga indah pastinya...😂😂😂😂😂 Haaahaaa!!..😂😂

      Hapus
  37. Wahhh di desaku waktu tahun 90an belum ada bis seperti ini weuhehe, dulu cuma ada gerobak sapi, gerobak kerbau dan lain sebagainya.. Mantap ilmu baru dan wawasan baru :D

    BalasHapus
  38. tahun2 segitu mah sha baru lahir :D

    BalasHapus
  39. Massa Sih mbak Vanisa...😄😄 Berarti nggak ngalamin yaa!!. Ok deh thanks atas waktunya nih..😄😄

    BalasHapus
  40. Haii Kakak...
    Tahun itu aku masih kanak-kanak banget. Cuma kayak nggak asyik sama model bus-nya. Apa pernah masuk film?

    Btw, Nia apa kabar sekarang ya? Apa dia sempat baca cerita ini. Kalau baca, mungkin dia ngerass atau semoga dia ngerasa.
    Biar dia nyari'in kakak (kalau mau sih) terus reunian deh.
    Jadi inget cerita Lupus, kalau cerita model-model gini. Patah hati sama cewek idaman.

    Salam ceria. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Typo:
      Nggak asyik : nggak asing.

      Hapus
    2. Busnya memang sudah ada sejak tahun 1968...Dan berakhir sampai tahun 1996..😄😄

      Kabarnya Nia sekarang...Yaa Cuma Kenangan Termasuk Busnya juga..😂😂😂😂

      Hapus
  41. waktu itu saya suka glantungan di pintu.. soalnya kalo di dalam panas sekali.. hahaha


    BalasHapus
  42. yah aku nggak ngrasain naik bus tingkat era 90n mas, baru lahir, masih bayik. wkwk

    BalasHapus
  43. Saya ngacung, anak 90an yang tinggal di Jakarta... Pernah berapa kali naik bus tingkat PPD. Pengennya naik di atas. Di lantai 2 ya, bukan di atas atap bus, sueee, hahahaha..

    Dulu dari depok ke Jakarta cuma hitungan detik???? Bandingkan dengan sekarang,,,, Ni bocah waktu kecilnya badung ye, hehehe bolos bae,

    BalasHapus
  44. Cuman mau bilang, ciyeee yang ditinggal pas lagi sayang sayange



    Wkwkkkw
    Kaboorrrr sebelum kena timpuk mimin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heeyyy tunggu jangan lari kamu Rikaaa!!..eehh salah...Arlina...🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  45. ciyee Nia sekarang udah nikah sama mas bakrie, udah gamau naik bus tingkat lagi wkwkw. Btw, dulu aku tahu bis ini dari tipi aja. di surabaya juga kayaknya sempet ada, tapi ak ga pernnah naik juga. jadi dulu selalu bayangin lewat mana itu naiknya ke atas. wkwk

    BalasHapus

TERIMA KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA CORETAN YANG EEHEEM,! UHUUKS2!