Suka & Duka Saat Mengalami Bibir Jontor Serta Mata Bengkak



Kali ini saya akan bercerita tentang kejadian yang kurang mengenakan pada tahun 2023 tapi meski begitu ada lucunya juga, dimana kala itu saya ada acara goes sepeda dengan teman-teman yang akan diselenggarakan didaerah puncak Bogor. Acara dimulai pada minggu pagi jadi malamnya semua kebutuhan yang akan dibawa harus saya persiapkan tanpa ada yang tertinggal.

Sayapun memberitahukan hal tersebut pada istri saya tercinta, akan tetapi ternyata ia ingin ikut, biar sekalian ingin jalan-jalan dan menikmati udara segar dikawasan puncak Bogor.

Karena membawa istri dan anak saya terpaksa kendaraan pun saya persiapkan dan keperluan lainnya.

Sampai pada pagi harinya sehabis shubuh saya bergegas mandi, entah sakin semangat atau apa, tanpa sadar saya banyak menuangkan shampo dikepala saya, sakin banyaknya sampai mengenai bagian mata saya, hingga membuat saya panik dan glagapan karena mata saya teramat perih.

Tak bisa melihat sebab mata perih saya berusaha mencari gayung untuk membilas muka, akan tetapi saya malah terpleset dan bibir saya membentur dinding kramik kamar mandi. Ternyata bukan hanya bibir saja tapi hampir semua muka saya terasa sakit, dari hidung dan mata pula yang semakin perih menyengat karena kemasukan shampo terlalu banyak sebelumnya.

Karena tak dapat meraih gayung, sayapun mencoba mencari kran air yang sudah tersambung dengan selang shower. Setelah mendapatkannya barulah saya bilas muka saya dengan banyak air, akhirnya mata saya kembali bisa melihat meski masih teramat perih karena iritasi.

Setelah semuanya bisa sedikit teratasi, saya segera bercermin dan ternyata bibir jontor parah dan banyak mengeluarkan darah tak hanya itu mata sayapun menjadi bengkak dan memerah.

Sampai hal ini diketahui oleh istri saya, iapun tertawa akan tetapi menjadi iba, dan ia segera mengajak saya kedokter pagi itu juga. Tapii.. Saya menolak karena sesuatu hal yang tidak mungkin dan hari libur, terlebih saya juga punya acara goes sepeda yang akan dimulai pukul 7 pagi.

Akhirnya perdebatan dengan istri terjadi, ia melarang saya untuk goes sepeda, akan tetapi saya tetap ingin acara goes saya tetap berjalan. Namun mau tak mau saya yang harus mengalah karena jika tetap memaksakan diri istri saya akan menangis.

Meski tak diizinkan pergi oleh istri, saya masih boleh untuk goes santai disekitaran komplek, taappii.. Lagi-lagi, Melihat tampilan bibir saya yang jontor serta mata bengkak saya jadi ragu untuk goes santai meski hanya keliling komplek. Namun menurut saya ketimbang dirumah juga malah bikin BT.

Lalu siapa sangka kejadian yang saya alami dikamar mandi pagi tadi malah jadi ejekan tetangga, ada yang bilang saya korban KDRT istri.🙄 😲😳 Ada lagi yang bilang, "Makanya kalau mau nyuim atau nyosor istrinya lihat yang jelas, jadinya nggak nyium tembok kamar". Dan macam-macam ejekan lainnya.

Mau marah ya gimana, sabar tapi bikin kesel.😬😡 Akhirnya karena nggak merasa seperti yang dituduhkan tetangga, saya dan istri lebih memilih cuek dan tetap goes mengitari komplek tempat saya tinggal walau harus menggunakan masker serta kacamata. Saya tidak peduli dengan apa yang tetangga katakan.

Awalnya risih tapi setelah saya punya ide unik, saya justru senang karena setelah dapat satu putaran mengitari komplek, sepeda yang istri saya gunakan, saya suruh simpan dirumah saja. Jadi saya bonceng istri saya kembali mengitari komplek hingga para tetangga julid bosan dengan kelakuan yang telah saya lakukan bersama istri saya Dellia.

Sampai saya dan istri juga bosen mengitari komplek akhirnya saya kembali lagi kerumah, untuk mengambil sepeda istri saya, yang sebelumnya saya tinggal dirumah, agar bisa goes bareng mengitari kota Bekasi sambil mencari klinik untuk mengobati bibir saya yang jontor akibat kebentur dinding kramik kamar mandi.🤭 😁




Setelah selesai berobat dari klinik ternyata istri saya masih punya semangat untuk goes lebih jauh lagi, bahkan ia mengajak saya untuk terus lanjut menuju Bekasi timur sambil menghilangkan rasa penat serta menenangkan pikiran dari kejadian tadi pagi. Selain mengitari jalan raya saya dan istri juga lebih suka masuk keperkampungan agar suasana tak terlalu monoton, meski terkadang mengalami salah jalan.😂😆

Ternyata meski cuma berdua namun tanpa terasa goes yang saya lakukan tak ubahnya seperti Touring MTB jarak jauh yang bisa bikin saya menjadi senang, tak hanya itu saja jika lelah saya tak ragu untuk mampir ke Cafe atau warung untuk sekedar jajan dan minum, selebihnya kami lanjut kembali, karena istri saya masih semangat untuk melakukan itu semua.

Sampai saya mengakhiri goes yang saya lakukan bersama istri disebuah taman yang cukup unik, selain untuk melepas lelah kami juga melakukan selfie mesra, meski tiba-tiba bibir jontor saya masih terasa sakit.

Tapi meski begitu hati saya merasa lebih senang, sampai waktu pukul 11 siang kami berdua mengakhiri itu semua dan kembali kerumah lagi. Sore harinya saya mendapatkan kabar dari team goes sepeda saya, bahwa acara goes dipuncak Bogor mengalami insiden kecelakaan, sebelum berangkat para goeser sempat menyewa mobil bak terbuka untuk membawa rombongan kepuncak dari kota Bogor, namun kendaraan tersebut bersenggolan dengan mobil lain saat dipertengahan jalan menuju puncak.

Meski tidak parah akan tetapi sebagian goeser jadi tidak semangat, bahkan ada sebagian yang memilih stay di Cafe saja. Beruntung apa yang saya alami ada hikmahnya juga, seandainya saya ikutpun kemungkinan saya juga akan kurang semangat jadinya, dan kasihan juga dengan istri dan anak saya. Yaa, pada intinya ada suka dan duka dari kejadian yang saya alami.

Nah, anda pernah punya pengalaman tentang bibir jontor dan mata bengkak? Apapun penyebabnya jika mau boleh berbagi komentar dengan saya dibawah ini.👇







~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

0 Komentar