Akhirnya Teman Saya Bisa Menikah Meski Diusia Senja.



Dulu sewaktu masih sekolah putih abu-abu, saya punya seorang teman yang boleh dikatakan takut atau acuh dengan seorang wanita, meski terkadang hatinya selalu ingin berontak dari itu semua. Namun terkadang rasa malu atau canggungnya lebih besar dari keinginan sebenarnya, hingga selama 3 tahun bersekolah ia dikenal dengan pria dingin terhadap para wanita, atau bujang galau kalau untuk sebutan era sekarang.

Karena dikenal dengan sebutan pria dingin dengan wanita saya, sebagai teman akhirnya mencoba membantu dirinya agar bisa punya teman wanita atau pacar, seperti saya kala itu. Karena hal tersebut saya bisa jadi akrab dengannya, akan tetapi dalam urusan soal wanita ia nampak plin-plan seolah seperti tidak ada gairah untuk punya teman wanita atau pacar.

Hal tersebut terkadang kerap membuat saya kesal, dan sayapun sebagai teman merasa tidak mengerti apa yang ada dipikirannya, 3 orang wanita yang saya kenalkan kepadanya seolah lewat begitu saja, dan pada akhirnya 3 wanita tersebut lebih memilih teman saya lainnya.

Sampai akhirnya saya bosan dengan apa yang telah saya lakukan terhadapnya, bahkan saya tak ragu untuk memakinya.. "Seganteng apapun loe kalau cuma diam dan nunggu yaa sampai kiamat nggak bakal ada wanita yang mau dekatin loe".

Namun sepertinya ia tetap kekeh pada pendiriannya sampai akhirnya mendapat julukan si Gabug. Hingga saya dan si Gabug lulus sekolah dan berpisah, tapi saat saya lanjut menjadi seorang mahasiswa saya masih diketemukan dengan si Gabug, yang ternyata ia kuliah ditempat yang sama seperti saya.

Dan seperti biasa saya kembali akrab dengan si Gabug, hingga awal memasuki semester pertama saya memcoba lagi menawarkan wanita kepada teman saya itu, tetapi tetap tidak ada perubahan dan sejak itu saya sudah tidak perduli lagi terhadapnya, jika urusan lain saya tetap akrab dengannya namun jika sudah urusan dengan wanita saya tak pernah mau bercerita kepadanya.

Hari terus berganti dari bulan hingga ketahun sampai akhirnya kami lulus dan berpisah kembali, hingga lima tahun berlalu saya kembali bertemu dengan si Gabug ia masih betah dengan kesendiriannya, bahkan sampai saya menikahpun ia masih tetap betah dengan kejombloannya. Sampai saya mempunyai anakpun selama ke Jakarta saya masih sering bertemu dengan Gabug, karena ia bekerja disebuah Showroom mobil di Jakarta.

Sejak saat itu saya sudah tidak pernah bertemu dengan si Gabug lagi, digroup WA pun beliau tidak pernah mau ikut gabung, sampai setiap ada acara reunian teman-teman sekolah Gabug tidak pernah datang sama sekali.

Hingga pada suatu hari, sewaktu saya ingin kekota Jember, bersama Dellia istri saya, namun harus mampir dulu kekota Surabaya saya bertemu dengan Gabug teman saya, siapa sangka pertemuan yang tanpa sengaja ini, membuat saya pangling terhadapnya.

Sewaktu saya keluar dari area stasiun Surabaya Gubeng cuaca nampak sangat panas terik, bukan Surabaya kalau tidak panas, 11 12 lah sama dengan kota Bekasi. Saat kami baru saja berjalan beberapa langka sebuah mobil Toyota Veloz menghadang didepan saya, kaca mobil terbuka dan nampak seorang pria langsung berkata kepada saya.

"Satriiaa loe ngapain disini"?

Meski kaget saya pun langsung berkata kepadanya.. "Lha justru gue yang harus tanya loe yang ngapain disini" Balas saya.

Akhirnya Gabug menceritakan tentang dirinya kepada saya kenapa ia bisa tinggal dikota Surabaya.."Kok ada yaa wanita yang mau sama loe" Seru saya ketika mendengar cerita darinya.

"Sudahlah loe mampir aja ketempat gue dulu itung-itung saling berbagi cerita".

Karena cuaca juga panas, sayapun akhirnya mau diajak mampir keShowroom mobil miliknya, sesampainya disana Gabug pun langsung berbisik kepada saya. "Itu perempuan selingkuhan loe, atau loe sudah ganti istri lagi".

Meski sedikit jengkel terhadapnya akhirnya saya sedikit bercerita detail kepada Gabug. Setelah tahu apa yang telah saya ceritakan Gabug pun kembali berkata. "Satria-satria, nggak berubah loe dari dulu nggak pernah puas dengan satu perempuan". Serunya kembali.

"Biarinlah dari pada harus kaya loe" Sindir saya kembali.

Sesampainya dishowroom milik Gabug sayapun mulai terlibat dengan obrolan panjang dengan bekas teman sekolah, tak lama berselang istri baru Gabug datang menemui saya dan Dellia dishowroomnya. Setelah saling berkenalan obrolan tetap lanjut meski harus pindah tempat, saya berserta istri, diajak Gabug untuk main kerumahnya. Sesampainya dirumah, setelah selesai makan siang saya dan Gabug kembali terlibat obrolan kembali. Jika saya ngobrol banyak dengan Gabug soal pernikahannya, sedangkan istri saya merasa cocok dengan istri teman saya tersebut.

Karena kami semua langsung nampak akrab, sayapun memutuskan kepada istri saya untuk mau menginap dirumah Gabug.. Untuk beberapa hari kedepanya. Kehadiran saya dikota Surabaya seperti membawa angin segar buat Gabug, akhirnya ia bercerita banyak kepada saya awal ia bisa menikah. Meski apa yang ia ceritakan cukup membuat saya sedih, tetapi ada senangnya juga, Intinya sebagai teman sayapun bisa ikut senang mendengar Gabug, akhirnya bisa menikah meski diusia senja.

Memang kita tidak tahu takdir itu akan seperti apa nantinya, namun apapun itu enak tidak enak semua itu harus tetap kita hadapi. Demikianlah sedikit coretan kisah teman sekolah saya, yang sebenarnya ceritanya masih sangat panjang, namun karena keterbatasan waktu lain kali kisah tentang Gabug akan saya tulis kembali dalam bentuk Cerpen.🙏🙏





~ THANK ~ YOU ~

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Melihat temen lama menikah, mas satria jadi pengen nikah lagi enggak tuh 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heemm!!! Anuu! Pengen lagi sih taappiii!! Bisa brabe kalau punya 3.🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. ngapain tiga, sepuluh aja kang sekalian :D

      Hapus
    3. Bisa kojor gue... 🤣🤣🤣

      Hapus
  2. turut berbahagia kang untuk temenya yang udh nikah, memang semua pada akhirnya dpt jodohnya sendiri-sendiri :D

    BalasHapus

TERIMA KASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTUNYA UNTUK MEMBACA CORETAN YANG EEHEEM,! UHUUKS2!